Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jual Menara dan Trafik Data Bikin Indosat Laba Rp1,57 Triliun

Indosat telah menyelesaikan penjualan 3.100 menara miliknya, dengan perincian 2.100 menara jatuh ke PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan sisanya ke PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dengan nilai transaksi Rp6,39 triliun.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 24 Februari 2020  |  20:40 WIB
GEDUNG INDOSAT. Bisnis - Himawan L Nugraha
GEDUNG INDOSAT. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Peningkatan trafik data dan penjualan menara menjadi penopang kenaikan pendapatan PT Indosat Tbk. sepanjang 2019 yang melaju dua digit.

Emiten telekomunikasi ini meraup pendapatan sebesar Rp26,12 triliun atau naik 12,9 persen dibandingkan dengan pendapatan tahun lalu yakni Rp23,14 triliun. Emiten berkode ISAT itu pun mampu membalik kerugian Rp2,4 triliun pada 2018 menjadi untung Rp1,57 triliun pada periode tahun lalu.

President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama menyatakan perseroan telah berhasil melaksanakan strategi 3 tahun dan hal tersebut menyebabkan kinerja keuangan yang solid sesuai dengan laporan yang dirilis hari ini.

“Kami berinvestasi untuk meningkatkan cakupan dan kinerja jaringan 4G kami, langkah-langkah ini berkontribusi terhadap peningkatan basis pelanggan dan volume trafik data perusahaan,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (24/2/2020).

Menurut Indosat, pelanggan selular mereka tumbuh sebesar 1,2 juta pelanggan, menjadi 59,3 juta pelanggan per akhir 2019. Kemudian, average revenue per user (ARPU) turut meningkat menjadi Rp27,9 ribu dari tahun sebelumnya Rp18,7 ribu.

Hal ini disebabkan oleh tingginya peningkatan trafik data sebesar 71,6 persen year on year. Indosat juga mengembangkan jaringan 4G mereka secara massif, dari hanya 44 persne pada akhir 2017 menjadi hampir 90 persen di akhir 2019.

Penjualan Menara

Selain itu, Indosat telah menyelesaikan penjualan 3.100 menara miliknya, dengan perincian 2.100 menara jatuh ke PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) dan sisanya ke PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) dengan nilai transaksi Rp6,39 triliun.

Kemudian pada Q4/2019, perseroan juga melakukan transaksi sewa masing-masing satu ruang Menara atas 3.1000 menara pada Mitratel dan Protelindo. Dari transaksi tersebut, Indosat mencatat keuntungan bersih dari jual dan sewa balik Menara sebesar Rp2,6 triliun.

Mengutip laporan keuangan 2019, secara umum, perusahaan meraup pendapatan dari lini seluler yakni Rp20,67 triliun atau tumbuh 14,68 persen dari Rp18,02 triliun pada periode yang sama 2018. Lalu, pendapatan dari segmen multimedia, komunikasi data dan internet (MIDI) sebesar Rp4,78 triliun, tumbuh 9,05 persen yoy.

Kemudian, pos pendapatan dari telekomunikasi Rp662,4 miliar yang turun 9,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni Rp729,34 miliar.

Perseroan juga mendapatkan untung dari jual dan sewa balik sebanyak Rp2,56 triliun dan penerimaan aset sebesar Rp 534,69 miliar. Keuntungan ini tidak didapatkan pada tahun lalu.

Sementara itu, dari pos beban penyediaan jasa mencapai Rp12,34 triliun atau naik 2,48 persen dibanding periode yang sama pada 2018 yakni Rp12,04 triliun. Pos beban lain yaitu penyusutan dan amortisasi juga naik 16 persen yakni dari 8,24 triliun menjadi Rp9,56 triliun.

Adapun beban pemasaran turun 6,7 persen dari Rp1,22 triliun menjadi 1,14 triliun. Beban karyawan juga turun sebesar 13,58 persen persen dari Rp2,23 triliun menjadi Rp1,93 triliun.

Dengan demikian, total beban selama 2019 mencapai Rp21,88 triliun atau turun 7,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yakni Rp23,60 triliun.

Tahun 2020 ini, perseroan memberikan arahan pertumbuhan pendapatan sesuai dengan tingkat pertumbuhan pasar, dengan EBITDA margin pada kuadran persentase 30 persen atas serta menganggarkan capex antara Rp8,5 triliun hingga Rp9,5 triliun.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top