Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Premium

Bursa Kembali Kedatangan Antrean IPO Jumbo

Sejumlah calon emiten menyasar dana segar bernilai besar melalui Initial Public Offering (IPO) pada tahun ini. Di tengah kondisi pasar yang volatil, mampukah niatan itu terealisasi?
Tim Bisnis Indonesia
Tim Bisnis Indonesia - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  13:56 WIB
Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah nilai Initial Public Offering (IPO) sepanjang 2019 tergolong mini, pada awal tahun ini sejumlah perusahaan justru menyasar dana jumbo melalui penawaran umum perdana saham. Rencana tersebut diumumkan di tengah volatilitas pasar dan adanya kekhawatiran terhadap koreksi harga saham.

PT Metro Healthcare Indonesia (MHI) adalah salah satunya. Perusahaan tersebut membidik dana segar hingga Rp1,1 triliun dari IPO di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang akan digelar pada 13 Maret 2020.

MHI menawarkan sebanyak-banyaknya 10 miliar saham atau 30,07 persen dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh dengan nominal Rp100.

Direktur Utama MHI Henry Kembaren mengatakan dana hasil IPO itu akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit, pembelian beberapa bidang tanah di lokasi strategis, dan pengadaan peralatan rumah sakit. Pihaknya membidik pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari kalangan kelas menengah ke bawah dengan menambah okupansi di setiap rumah sakit.

Anda sedang membaca Premium Konten
Silahkan daftar gratis atau login untuk melanjutkan membaca artikel ini.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top