Rekomendasi Pasar Obligasi Hari Ini, Wait and See Dulu

Penurunan pada pasar obligasi diperlukan untuk menjaga volatilitas di pasar.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  09:07 WIB
Rekomendasi Pasar Obligasi Hari Ini, Wait and See Dulu
Obligasi

Bisnis.com, JAKARTA – Riset dari PT Pilarmas Investindo Sekuritas pada Kamis (5/2/2020) menyebutkan, tren kenaikan pasar obligasi mulai menunjukkan perlambatan. Meski demikian, kemungkinan kenaikan pada hari ini masih cukup terbuka.

Laporan tersebut menyebutkan, situasi dan kondisi saat ini mulai membaik, apalagi laporan berita menyatakan vaksin untuk virus corona 2019-nCov mulai ditemukan. Hal ini diharapkan menjadi salah satu sentimen positif menjalani pasar hari ini. 

Riset tersebut juga mengharapkan adanya penurunan dari pasar obligasi. Hal tersebut dinilai perlu agar terjadi volatilitas sehat di pasar, yang memberikan kesempatan kepada para pelaku pasar dan investor untuk mulai masuk di harga yang rendah.

“Pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka bervariatif dengan rentang pergerakan harga 25 – 60 bps. Kami merekomendasikan wait and see dan memperhatikan sentimen yang ada,” demikian kutipan laporan tersebut.

Sementara itu, BPS mengumumkan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2019 sebesar 5,02 persen. Angka ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada tahun 2018 yang berada pada 5,17 persen.

Berdasarkan data BPS, realisasi PDB per kapita pada tahun lalu, naik dibandingkan periode sebelumnya. Pada 2018, rata-rata pendapatan per kapita tercatat Rp 56 juta atau setara dengan US$3.972,2.

Pada wilayah China, Peneliti di negara itu telah mengajukan permohonan paten secara nasional untuk percobaan dengan Gilead Sciences Inc, sebuah obat yang diyakini dapat menyembuhkan virus corona. Institute Virologi Wuhan yang berada di kota China mengajukan permohonan paten di China untuk penggunaan obat anti virus tersebut yang dikenal sebagai Remdesivir.

Jika obat ini berhasil, Gilead perlu membawa paten dari China untuk ikut dalam penjualan obat untuk mengobati para pasien yang terinfeksi virus Corona di luar dari China.

Sementara itu, Senat di Amerika Serikat pada hari Rabu kemarin memutuskan untuk membebaskan Presiden Trump dari kedua tuduhan yang dimaksudkan untuk memakzulkannya.

Sebanyak 48 Senator termasuk seorang Senator dari Partai Republik mengatakan bahwa Trump bersalah atas penyalahgunaan kekuasaan, sementara itu 52 Senator dari Partai Republik memilih untuk membebaskannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top