Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gara-gara AS, OPEC Siap Perpanjang Pemangkasan Produksi

Pasokan yang berlimpah membuat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau (OPEC) berencana memperpanjang pemangkasan produksi hingga Juni 2020.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 30 Januari 2020  |  10:40 WIB
Pompa minyak terlihat saat matahari terbit di dekat Bakersfield, California, AS. -  REUTERS /Lucy Nicholson
Pompa minyak terlihat saat matahari terbit di dekat Bakersfield, California, AS. - REUTERS /Lucy Nicholson

Bisnis.com, JAKARTA - Stok minyak mentah Amerika Serikat (AS) meningkat tajam, melampaui jumlah yang diantisipasi pasar pada pekan lalu. Pasokan yang berlimpah ini membuat Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau (OPEC) berencana memperpanjang pemangkasan produksi hingga Juni 2020.

Berdasarkan data Administrasi Informasi Energi atau Energy Information Administration (EIA) yang dirilis pada Rabu (29/1/2020), persediaan minyak mentah AS naik 3,5 juta barel sepanjang pekan lalu menjadi 431,7 juta barel. Angka tersebut lebih tinggi daripada estimasi analis, yaitu hanya naik 482.000 barel.

EIA menjelaskan, peningkatan stok tersebut terjadi seiring pemangkasan aktivitas perusahaan penyulingan yang mana utilitas turun 3,3 persen menjadi 87,2 persen pada pekan lalu. Penyulingan minyak mentah AS jatuh menjadi 993.000 barel per hari.

“Selain itu, permintaan minyak secara keseluruhan dalam empat minggu terakhir telah merosot, dengan pasokan produk bensin yang menjadi ukuran permintaan turun sebesar 4,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, dan permintaan bahan bakar destilasi turun 8,3 persen,” jelas EIA dalam keterangannya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/1/2020).

Stok bensin AS untuk 12 pekan ke depan mencapai level tertinggi sepanjang masa ; naik 1,2 juta barel menjadi 261,2 juta barel. Adapun, stok destilasi yang meliputi diesel dan minyak pemanas turun 1,3 juta barel menjadi 144,7 juta barel pada pekan lalu.

Persediaan destilasi Gulf Coast AS pada pekan lalu juga naik sekitar 2 juta barel menjadi 48,9 juta barel, tertinggi sejak September 2017. Stok minyak mentah di pusat pengiriman seperti Cushing, Oklahoma juga tercatat naik 758.000 barel .

Di sisi lain, impor minyak mentah AS bersih naik 133.000 barel per hari. Dengan demikian, secara keseluruhan, AS adalah eksportir minyak mentah dalam satu pekan terakhir, dengan ekspor produk harian mencapai 4 juta barel per hari sedangkan impor bersih minyak mentah rata-rata 3,2 juta barel per hari.

Analis Price Futures Group Phil Flynn mengatakan penurunan besar dalam operasional penyulingan minyak mentah AS sedikit mengecewakan pasar sehingga membuat persediaan minyak AS kembali membanjiri pasokan global.

“Karena pasar sudah memasuki tahap oversold, ada peluang bagi harga untuk pulih walaupun persediaan minyak membludak,” ujar Phil seperti dikutip dari Reuters, Kamis (30/1/2020).

Akibat pasokan yang berlebih, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) berencana untuk memperpanjang pemangkasan produksinya hingga Juni 2020.

Bahkan, OPEC diprediksi dapat memperdalam pemangkasannya jika permintaan minyak di China turun signifikan karena virus corona. Saat ini kesepakatan pemangkasan produksi OPEC dan sekutunya untuk menstabilkan harga hanya berlaku hingga Maret 2020. 

Broker Minyak PVM Stephen Brennock mengatakan pihaknya kurang yakin pembatasan pasokan OPEC yang lebih dalam akan menjadi obat mujarab. “Ini perjalanan yang cukup sulit bagi pasar minyak. Industri akan menghadapi perjuangan berat untuk mendukung harga minyak,” tutur Stephen.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top