BEI Bekukan Rekening Saham, IHSG Tertekan

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono W. Widodo membenarkan terdapat sejumlah rekening saham yang tengah diblokir oleh regulator. Pemblokiran, lanjutnya, sesuai permintaan dari Kejaksaan Agung.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  18:59 WIB
BEI Bekukan Rekening Saham, IHSG Tertekan
Investor memantau pergerakan saham di layar komputer di Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Pusat Informasi Go Public, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1/2019). - Bisnis/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia memblokir sejumlah rekenin saham untuk mendukung penyidikan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Laksono W. Widodo membenarkan terdapat sejumlah rekening saham yang tengah diblokir oleh regulator. Pemblokiran, lanjutnya, sesuai permintaan dari Kejaksaan Agung.

Namun dia menolak menyebutkan jumlah rekening saham yang dibekukan. “Totalnya tidak bisa kami ungkap. Begitupun dengan detailnya antara sekuritas dan ritel. Pemblokiran adalah [hak] OJK, Kejaksaan dan Kepolisian,” katanya pada Senin (27/1/2020).

Laksono pun menyangkal bila pemblokiran rekening saham akibat dari kasus kerugian Jiwasraya. Menurutnya, BEI hanya mendapatkan instruksi pemblokiran tapi tidak berhak bertanya alasan detailnya.

“Instruksi blokir, ya, kami blokir. Terkait atau tidak, kami tidak tahu. Ini seperti penyitaan [sementara],” ungkapnya. Dia pun menambahkan bisa saja jumlah bertambah atau berkurang tergantung dari penyidikan yang dilakukan aparat hukum.

Selain itu, dia juga menolak bila aksi pemblokiran oleh BEI menyebabkan indeks harga saham gabungan menjadi turun. Menurutnya, tidak ada hubungan antara pemblokiran dengan perdagangan.

“Tidak perlu dikaitkan, perdagangan bukan turun karena hal ini. Bisa saja karena virus corona atau Blackrock yang menjual saham batu baranya dimana-mana,” katanya.

Pada hari ini, IHSG turun 1,78% atau terkoreksi 110 poin ke level 6133. Frekuensi perdagangan hari ini tercatat sebanyak 406.466 kali dengan nilai mencapai Rp4,93 triliun.

Sebelumnya, Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan setidaknya ada 800 rekening saham yang dibekukan oleh BEI. “Pembekuan 800 rekening nasabah kami perkirakan akan menimbulkan sentiment negative di pasar,” katanya.

Hal itu diperparah dengan aksi jual Reksadana yang dibubarkan. Beberapa saham blue chip yang ada didalam list produk yang dibubarkan telah mengalami tekanan jual.

“Lebih dari 35 reksadana yang NAB nya turun lebih dari 50% ketika melakukan rebalancing untuk mengembalikan dana nasabah juga pasti akan menekan Indeks ke depannya,” pungkasnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jiwasraya, Kejaksaan Agung

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top