Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan melintas di dekat layar penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (12/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Premium

Akankah Penggalangan Dana di Lantai Bursa Semarak Lagi?

17 Januari 2020 | 18:59 WIB
Di tengah kondisi pasar modal yang sedang gaduh, akankah target penggalangan dana hingga Rp200 triliun tercapai?

Bisnis.com, JAKARTA — "Kita ingin membangun kepercayaan untuk bursa, pasar modal kita!"

Kalimat itu meluncur dari Presiden Joko Widodo dalam sambutannya saat membuka perdagangan perdana di Bursa Efek Indonesia pada 2 Januari 2020.

Kepercayaan memang menjadi kata kunci di pasar modal. Bagaimana investor bisa menanamkan modalnya jutaan, miliaran, atau bahkan triliunan rupiah apabila pasar modal Indonesia tidak kredibel?

Penekanan Jokowi terhadap isu kepercayaan pasar bukan tanpa alasan. Pasar modal memang sedang 'digoyang' oleh sejumlah kasus pelanggaran regulasi oleh para pemain yang nakal. Tak ayal, pasar modal bisa dibilang sedang gaduh.

Sebut saja kasus yang melilit tiga manajer investasi, PT Narada Asset Manajemen, PT Minna Padi Aset Manajemen, dan PT Pratama Capital.

Belum lagi, kasus dugaan korupsi investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan dugaan penyelewengan investasi PT Asabri (Persero). Dua kasus yang melibatkan BUMN itu mencuatkan kembali rahasia umum soal praktik 'goreng-menggoreng saham' di pasar modal.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top