Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anak Usaha IMJS Kantongi Pinjaman Sindikasi US$175 Juta

Wakil Direktur Utama Indomobil Multi Jasa Gunawan menjelaskan bahwa perseroan menerima pinjaman sindikasi tersebut dari bank asing dan campuran yang terjadi pada awal tahun ini.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 12 Januari 2020  |  15:38 WIB
Bursa Efek Indonesia - Reuters/Willy Kurniawan
Bursa Efek Indonesia - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Indomobil Multi Jasa Tbk. melalui entitas anak usahanya yakni PT CSM Corporatama menerima suntikan dana segar senilai US$175 juta melalui pinjaman sindikasi.

Wakil Direktur Utama Indomobil Multi Jasa Gunawan menjelaskan bahwa perseroan menerima pinjaman sindikasi tersebut dari bank asing dan campuran yang terjadi pada awal tahun ini.

Berdasarkan data Bloomberg, pinjaman sindikasi tersebut dikucurkan oleh tujuh bank antara lain Bank of China, PT Bank CIMB Niaga Tbk., CTBC Financial holding, DBS group, OCBC, SMF, dan Taishin Financial Holding Co Ltd. dengan total kredit sindikasi adalah US$175 juta.

“Awalnya di launching US$100juta, akhirnya closing di US$175 juta dengan tempo pengembalian selama 4 tahun,” katanya kepada Bisnis baru-baru ini.

Gunawan menjelaskan bahwa dana segar tersebut seluruhnya akan digunakan CSM Corporatama sebagai modal kerja dan untuk refinancing.

Sekadar informasi, CSM Corporatama atau Indorent adalah entitas anak langsung emiten berkode saham IMJS yang bergerak pada bisnis penyedia jasa sewa dan pengelolaan kendaraan yang menyasar korporasi dan instansi pemerintah.

Perusahaan tersebut didirikan sejak tahun 1987 itu didukung oleh sistem aplikasi yang terintegrasi dan saling terkoneksi di 21 jaringan di seluruh Indonesia dengan nilai aset yang tercatat pada 2018 senilai Rp5,98 triliun.

Sebelumnya, IMJS meningkatkan modal pada Indorent dari Rp1 triliun menjadi Rp2,5 triliun atau jumlah saham menjadi 1,02 juta saham dari 649.000 saham.

“Penggunaan dana untuk modal kerja, modal kerja bisa diartikan untuk pembelian armada baru juga,” ungkapnya.

Sepanjang kuartal III/2019, IMJS mengantongi pendapatan senilai Rp2,92 triliun, realisasi itu tercatat lebih tinggi 19,67% dibandingkan dengan catatan per September 2018 senilai Rp2,44 triliun.

Segmen bisnis penyewaan kendaraan berkontribusi senilai Rp1,09 triliun terhadap total pendapatan perseroan per September 2019, meningkat 37,23% dibandingkan dengan catatan per September 2018 Rp795,24 miliar.

Sementara itu, segmen bisnis jasa keuangan berkontribusi senilai Rp1,54 triliun, lebih tinggi 14,92% dibandingkan dengan kontribusi per kuartal III/2018 senilai Rp1,34 triliun.

Adapun IMJS mengantongi laba bersih tahun berjalan senilai Rp83,19 miliar, hasil tersebut tergerus 40,31% jika dibandingkan dengan laba bersih tahun berjalan per kuartal III/2018 yang tercatat senilai Rp139,39 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indomobil
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top