IHSG Menguat Tipis di Akhir Sesi I, UNTR & BBRI Penopang Utama

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,02 persen atau 1,5 poin ke level 6.275,99 pada jeda siang, setelah dibuka di zona merah dengan penguatan 0,2 persen atau 12,67 poin di posisi 6.287,17.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 10 Januari 2020  |  12:14 WIB
IHSG Menguat Tipis di Akhir Sesi I, UNTR & BBRI Penopang Utama
Pekerja melintasi layar monitor bursa saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019)./ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (10/1/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,02 persen atau 1,5 poin ke level 6.275,99 pada jeda siang, setelah dibuka di zona merah dengan penguatan 0,2 persen atau 12,67 poin di posisi 6.287,17.

Pada perdagangan Kamis (9/1/2020), IHSG menutup pergerakannya di zona hijau dengan penguatan 0,78 persen atau 48,81 poin ke level 6.274,49.

Lima dari sembilan sektor terpantau bergerak positif, dipimpin oleh sektor tambang yang naik 1,06 persen dan perdagangan yang menguat 0,26 persen. Empat sektor lainnya melemah, dipimpin sektor pertanian yang turun 1,16 persen.

Sebanyak 185 saham menguat, 166 saham melemah, dan 322 saham lainnya stagnan dari 673 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing menguat 3,63 persen dan 0,45 persen menjadi penopang utama atas penguatan IHSG siang ini.

Tim riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG berpotensi untuk menguat menyusul penguatan bursa saham global kemarin.

Semalam bursa AS ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,74 persen, S&P 500 menguat 0,67 persen, dan Nasdaq naik 0,81 persen. S&P kembali mencapai record tertinggi dalam sejarah.

Meredanya tensi antara AS-Iran turut mendukung penguatan ini. Jumat hari ini ini pasar juga mengntisipasi rilis data tenaga kerja terbaru di AS. Selain itu pasar juga  menunggu perkembangan negosiasi dagang AS-China fase pertama yang dijadwalkan akan ditandatangani pekan depan.

Konflik antara AS dan Iran kemarin berangsur mereda, walaupun sempat terjadi serangan balasan yang sebelumnya dilakukan Iran ke pangkalan militer AS.

“Kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguat hari ini didukung oleh penguatan bursa-bursa regional,” ungkap tim riset Samuel Sakuritas, Jumat (10/1/2019).

Investor global juga tergerak oleh meredanya ketegangan AS-Iran, dengan proyeksi percepatan pertumbuhan ekonomi terutama di sektor teknologi, yang didorong oleh data penjualan iPhone di China yang melonjak hingga 18 persen (yoy).

Investor menyambut baik laporan itu, menjelang kunjungan Wakil Perdana Menteri China Liu He yang akan, yang sekaligus merupakan tim negosiasi dalam pembicaraan perdagangan engan AS, ke Washington pekan depan untuk menandatangani perjanjian perdagangan dengan AS.

"Kami akan memiliki acara simbolik dialog AS-China. Mengingat kekuatan pasar saat ini, sulit untuk tidak mengharapkan reli ini berlanjut untuk saat ini," kata Norihiro Fujito, kepala analis investasi di Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, seperti dikutip Reuters.

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas juga ikut bergerak positif, di antaranya indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang yang masing-masing menguat 0,25 persen dan 0,23 persen, sedangkan indeks Kospi terpantau menguat 0,44 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 0,26 persen dan 0,17 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong menguat 0,06 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top