SATU Incar Pendapatan Rp70 Miliar pada 2020

Kendati masih mencatatkan rugi bersih, manajemen SATU optimistis kinerja keuangan pada 2020 akan bertumbuh. Bahkan, keuangan perseroan berpotensi berbalik menjadi laba bersih.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 01 Desember 2019  |  15:55 WIB
SATU Incar Pendapatan Rp70 Miliar pada 2020
Direktur Bursa Efek Indonesia IGD Nyoman Yetna Setya (ketiga dari kanan) saat memberikan sertifikat pencatatan perdana saham PT Kota Satu Properti Tbk. kepada Dirut Kota Satu Properti (saat itu) Herowiratno Gunawan, Senin (5/11/2018). - Bisnis/Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, SEMARANG - Kendati masih mencatatkan rugi bersih, manajemen SATU optimistis kinerja keuangan pada 2020 akan bertumbuh. Bahkan, keuangan perseroan berpotensi berbalik menjadi laba bersih.

Direktur Utama Kota Satu Properti Johan Praseto Santoso menyampaikan pada 2020 manajemen menargetkan pendapatan Rp70 miliar, meningkat 62,79% year on year (yoy) dari estimasi 2019 senilai Rp43 miliar. Pendapatan itu berasal dari divisi properti Rp49 miliar dan divisi perhotelan Rp21 miliar.

“Pada 2020 kami berupaca mencatatkan laba bersih Rp8 miliar. Berbalik dari rugi bersih pada 2019,” ujarnya, Jumat (29/11/2019).

Oleh karena itu, pada 2020 perusahaan akan menyasar pasar menengah bawah untuk menggenjot penjualan dari segmen end user. Harga hunian akan dipatok di bawah Rp300 juta per unit.

Menurut Johan pasar properti terbagi dua, yakni end user dan investor. Pasar investor yang biasanya mendominasi penjualan dalam 1-2 tahun terakhir cenderung lesu. Oleh karena itu, SATU yang selama ini mengandalkan properti menengah atas akan mengubah strategi.

“Pada 2020 kami siap meluncurkan proyek baru di sekitar Semarang, karena pasarnya kini berubah ke end user yang dominan, terutama menengah ke bawah,” ujarnya.

Proyek baru nantinya memiliki luas lahan 15 hektare (ha) yang terletak di dua lokasi sekitar Semarang. Potensi total hunian yang dipasarkan berkisar 700 unit.

Per September 2019, perseroan membukukan pendapatan Rp26,85 miliar, yang berasal dari divisi properti Rp14,72 miliar dan divisi perhotelan Rp11,95 miliar.

Total pendapatan itu merosot 28,81 persen yoy dari per September 2018 Rp37,71 miliar, dengan kontribusi properti Rp26,69 miliar dan perhotelan Rp11,56 miliar.

Dalam waktu yang sama, rugi bersih perseroan membengkak menjadi Rp7,26 miliar dari sebelumnya Rp395,57 juta. Johan menyampaikan pencatatan rugi bersih disebebkan tingginya beban bunga.

Mengutip laporan keuangan, beban bunga per September 2019 mencapai Rp5,21 miliar, naik dari sebelumnya Rp4,61 miliar. Oleh karena itu, untuk memperbaiki neraca keuangan, perseroan sedang mencari alternatif pendanaan.

“Kita sedang mencari alternatif pendanaan yang lebih murah, sudah ada konsultan keuangan. Kita menuju ke sana,” ujarnya.

Per September 2019, Debt to Equity Ratio (DER) SATU membaik menjadi 159,04% dari posisi DER per September 2018 sebesar 349,49 persen. Liabilitas mencapai Rp172,34 miliar, berkurang dari akhir 2018 sebesar Rp200,43 miliar.

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/11/2019), harga saham SATU terkoreksi 2,67% atau 2 poin menjadi Rp73. Sepanjang tahun berjalan harga menurun 47,86 persen.

Johan menyebutkan, selain imbas kinerja perusahaan dan pasar properti secara umum yang lesu, penurunan harga saham SATU juga disebabkan kondisi pasar modal terkini yang tertekan. Manajemen belum merencanakan aksi buyback saham, kendati harganya sedang murah.

Tabel Realisasi dan Proyeksi Kinerja PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU) dalam Rp juta

 

Kuartal III/2018

Kuartal III/2019

2019*

2020*

Total Pendapatan

37.714,99

26.849,78

43

70

-        Properti

26.695,1

14.725,31

25

49

-        Perhotelan

11.564,53

11.955,72

18

21

Laba (rugi) bersih

(395,57)

(7.262,95)

(rugi bersih)

8

 *proyeksi dalam Rp miliar

Sumber: laporan keuangan, manajemen PT Kota Satu Properti Tbk. (SATU)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
emiten properti

Editor : Saeno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top