Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Obligasi Disarankan Wait and See Akibat 2 Sentimen Ini

Dalam jangka menengah hingga panjang, obligasi diproyeksi masih mengalami penurunan harga yang artinya yield cenderung menguat.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 21 November 2019  |  09:55 WIB
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Pilarmas Investindo Sekuritas menyarankan agar investor wait and see pada perdagangan hari ini akibat adanya dua sentimen. Berikut sentimennya.

Dikutip dari hasil risetnya, Kamis (21/11/2019), Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan secara umum pergerakan obligasi saat ini mengalami pelemahan terseret sentimen global. Meskipun, dalam jangka menengah hingga panjang, obligasi masih mengalami penurunan harga yang artinya yield cenderung menguat.

Sementara itu, obligasi jangka pendek justru lesu dari sisi harga sehingga berimbas pada penaikan yield. Pada kondisi ini, dia menyebut investor mengambil untung di tengah gejolak yang terjadi. Dia pun menyarankan agar investor melakukan wait and see sampai pergerakan cukup solid dengan bobot lebih dari 45 basis poin.

"Kami merekomendasikan wait and see hari ini, pergerakan pasar obligasi yang bergerak melebihi 45 bps, akan menjadi arah selanjutnya bagi pasar obligasi," ujarnya.

Beberapa sentimen yang memengaruhi pada perdagangan hari ini yaitu pertama, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang menyebutkan bahwa The Fed tak akan memangkas lagi suku bunga acuan saat ini setelah pemangkasan yang ketiga.

Dalam risalah itu, The Fed juga masih mengevaluasi strategi kebijakan moneter termasuk opsi menerapkan suku bunga negatif seperti yang terjadi di Jepang dan beberapa negara Eropa.

Kedua, senator AS meneken Undang Undang Hak Asasi Manusia (HAM) utamanya terkait unjuk rasa di Hong Kong. Langkah ini bisa memperkeruh hubungan China-AS yang tengah memperbaiki negosiasi perang dagang.

Selain itu terdengar kabar bahwa Trump akan menandatangani beleid itu. Walhasul, pasar merespons negatif dan bakal tercermin pada perdagangan hari ini.

"Ini sontak akan memberikan impact negative terhadap pasar. Oleh sebab itu hal ini akan memengaruhi pergerakan pasar hari ini," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top