Bank BJB Ditunjuk Jadi Bank Administrator Rekening Dana Nasabah

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor di pasar modal tercatat sebanyak 2,31 juta investor per 31 Oktober 2019, naik 42,72% dari posisi 1,61 juta investor pada akhir tahun lalu.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 07 November 2019  |  13:51 WIB
Bank BJB Ditunjuk Jadi Bank Administrator Rekening Dana Nasabah
Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A OJK Yunita Linda Sari (kiri) menyaksikan penandatanganan perjanjian kerjasama oleh Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo dan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi dalam rangka penunjukan Bank BJB sebagai Bank Pembangunan Daerah pertama yang menjadi bank administrator RDN KSEI di Jakarta, Kamis (7/11/2019). - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA—Sebagai tahap awal untuk membetuk Perusahaan Efek Daerah (PED), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (Bank BJB) telah ditunjuk sebagai bank administrator Rekening Dana Nasabah (RDN) periode 2019—2024 oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo menyampaikan bahwa bergabungnya Bank BJB sebagai bank administrator RDN ke-17 akan mendukung program PED yang telah dicanangkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organizations (SRO).

Sebelumnya, terdapat 16 bank administrator RDN yang bekerja sama dengan KSEI yang terdiri dari 13 bank umum dan 3 bank syariah. Bank BJB pun menjadi bank pembangunan daerah pertama yang menjadi bank administrator RDN saat ini.

“Sebagaimana diketahui, OJK bersama SRO memiliki program PED. PED ini akan melayani calon nasabah yang ada dalam provinsinya, sehingga akan lebih tepat jika bekerja sama pula dengan bank administrator RDN yang berasal dari provinsi tersebut,” kata Uried di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Dirinya menambahkan bahwa loyalis nasabah yang besar milik Bank BJB di daerah Jawa Barat dan Banten bakal mempermudah PED di wilayah tersebut nantinya untuk mendapatkan calon investor.

Adapun, PED merupakan Perusahaan Efek (PE) yang melakukan kegiatan usaha sebagai perantara pedagang efek yang mengadministrasikan rekening efek nasabah dan khusus didirikan dalam suatu wilayah provinsi di luar DKI Jakarta.

Program ini merupakan upaya OJK bersama SRO untuk meningkatkan peran perusahaan efek terhadap perekonomian daerah dan memperluas akses masyarakat di daerah untuk berinvestasi di pasar modal.

Lebih lanjut, Bank BJB sebagai bank administrator RDN kini dapat memberikan jasa kepada perusahaan efek untuk membuka rekening dana bagi nasabahnya untuk bertransaksi di pasar modal.

Rekening dana nasabah tersebut digunakan untuk penyimpanan dana milik nasabah secara terpisah dari dana PE atau dana milik nasabah lainnya.

Sepanjang tahun ini, sinergi dan terobosan antara KSEI, perusahaan efek dan bank administrator RDN yang dilakukan melalui berbagai program seperti Simplifikasi Pembukaan Rekening, Co-Branding AKSes, sosialisasi kepada calon investor diharapkan dapat memberikan kemudahan dan meningkatkan layanan kepada Investor.

Hal itu juga diharapkan dapat meningkatkan jumlah investor di pasar modal Indonesia. Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor di pasar modal tercatat sebanyak 2,31 juta investor per 31 Oktober 2019, naik 42,72% dari posisi 1,61 juta investor pada akhir tahun lalu.

Adapun, sepanjang tahun lalu kenaikan jumlah investor tercatat sebesar 44,24% year-on-year (yoy).

Jumlah tersebut merupakan konsolidasi investor saham, surat utang, reksa dana, surat berharga negara, dan efek lain yang tercatat di KSEI.

Pada kesempatan yang sama, Bank BJB juga melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Mandiri Sekuritas. Kerja sama antara Bank BJB dan Mandiri Sekuritas meliputi namun tidak terbatas pada pembukaan Rekening Dana Nasabah dan Pemberian layanan Referral Nasabah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, bei

Editor : Ana Noviani
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top