Sempat Turun dari Level 6.200, IHSG Berakhir Menguat 0,52 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini, Rabu (23/10/2019) di zona hijau setelah berfluktuasi sepanjang perdagandan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 23 Oktober 2019  |  16:33 WIB
Sempat Turun dari Level 6.200, IHSG Berakhir Menguat 0,52 Persen
Pengunjung berjalan di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (10/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini, Rabu (23/10/2019) di zona hijau setelah berfluktuasi sepanjang perdagandan.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,52 persen atau 32,318 poin ke level 6.257,81 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

IHSG berhasil berakhir di level 6.225,50 dengan kenaikan 0,43 persen atau 26,51 poin pada perdagangan Selasa (22/10), reli penguatan perdagangan hari kedelapan beruntun.

Setelah tergelincir dari penguatannya dengan dibuka turun 0,02 persen di posisi 6.224,42 pada Rabu (23/10), indeks terpantau sempat melemah hingga ke bawah level 6.200. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.197,95-6.257,81.

Tujuh dari sembilan sektor berakhir di zona hijau, dipimpin oleh sektor pertanian yang menguat 1,35 persen, disusul sektor industri dasar yang naik 1,23 persen. Adapun hanya sektor perdagangan dan barang konsumsi yang positif dengan penguatan sebesar 0,56 persen dan 0,28 persen.

Dari 658 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, sebanyak 198 saham menguat, 190 saham melemah, dan 271 saham lainnya stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang masing-masing naik 3,66 persen dan 0,97 persen menjadi penopang utama penguatan IHSG di akhir perdagangan.

IHSG menguat di asat indeks saham lainnya di Asia berfluktiasi pada perdagangan hari ini. Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah 0,43 persen dan 0,64 persen. Indeks Hang Seng melemah 0,82 persen.

Di sisi lain, indeks Topix dan Nikkei 225 menguat masing-masing 0,59 persen dan 0,34 persen. Sementara itu, indeks Kospi melemah 0,39 persen.

Dilansir fluktuasi bursa Asia terjadi di tengah kekhawatiran sektor teknologi menyusul proyeksi pendapatan Texas Instruments serta ketidakpastian seputar Brexit.

Kekhawatiran sektor teknologi muncul setelah Texas Instruments memperkirakan pendapatan kuartal saat ini turun sebesar 10 persen hingga 17 persen dari tahun sebelumnya, jauh di bawah perkiraan. Saham Texas Instruments jatuh 9,8 persen dalam perdagangan after hours, sekaligus mendorong saham produsen chip lainnya termasuk Intel dan Nvidia.

Kekhawatiran bahwa industri microchip global sedang diperas oleh penurunan permintaan dan sengketa perdagangan AS-China yang berkepanjangan mengirim beberapa saham terkait chip di Asia lebih rendah.

Saham TSMC Taiwan turun 0,9 persen, sementara saham SK Hynix Korea Selatan merosot 1,6 persen dan Tokyo Electron Jepang merosot 4,3 persen.

"Mengingat reli baru-baru ini di saham semikonduktor, beberapa penyesuaian tidak akan terhindarkan," kata Nobuhiko Kuramochi, kepala analis di Mizuho Securities, seperti dikutip Reuters.

"Tetapi survei investor kami telah menunjukkan bahwa banyak investor masih berhati-hati di sektor ini sehingga sedikit pelemahan dalam industri akan mengejutkan beberapa dari mereka," tambahnya.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

BMRI

+3,66

BBRI

+0,97

BBNI

+3,07

MAYA

+6,67

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

Penurunan (persen)

HMSP

-2,83

BBCA

-0,40

FREN

-4,46

ACES

-3,78

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Sutarno
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top