Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kurs Tengah Rupiah Turun 14 Poin, Mata Uang di Asia Bergerak Terbatas

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (15/10/2019) di level Rp14.140 per dolar AS, melemah 14 poin atau 0,1 persen dari posisi Rp14.126 pada Senin (14/10).
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  11:39 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari
Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Senin (2/7/2018)./ANTARA FOTO - Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Selasa (15/10/2019) di level Rp14.140 per dolar AS, melemah 14 poin atau 0,1 persen dari posisi Rp14.126 pada Senin (14/10).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.211 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.069 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau melemah 7 poin atau 0,05 persen ke level Rp14.147 per dolar AS pada pukul 11.03 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebelumnya, nilai tukar rupiah dibuka menguat 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.138 per dolar AS, setelah pada akhir perdagangan Senin (14/10) rupiah ditutup melemah 2 poin atau 0,01 persen ke level Rp14.140 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada kisaran Rp14.138-Rp14.148 per dolar AS.

Sementara itu, mata uang lainnya di Asia bergerak cenderung fluktuatif, dipimpin won Korea Selatan yang terapresiasi 0,115 persen terhadap dolar AS, sedangkan pelemahan terbesar dialami peso Filipina yang melemah 0,11 persen.

 

Pergerakan kurs mata uang di Asia terhadap dolar AS
Mata uangKursPergerakan (persen)
Won Korea Selatan1.183,60+0,11
Yen Jepang108,33+0,06
Dolar Taiwan30,589+0,06
Dolar Singapura1,3691+0,04
Dolar Hong Kong7,8454+0,01
Ringgit Malaysia4,18850,00
Rupiah14.147-0,05
Rupee India71,265-0,06
Yuan offshore7,0738-0,06
Baht Thailand30,428-0,07
Yuan China7,073-0,08
Peso Filipina51,641-0,11

Dilansir dari Bloomberg, mata uang Asia berfluktuasi dalam kisaran sempit,sehari setelah kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS - China mendorong reli.

Investor mencari tanda-tanda lebih lanjut dari kesepakatan perdagangan yang konkret untuk mempertahankan optimisme mereka. China disebut akan melakukan pembicaraan lebih banyak bulan ini untuk menuntaskan rincian dari perjanjian perdagangan "fase 1" yang digembar-gemborkan oleh Presiden AS Donald Trump.

"Reli karena kesepakatan perdagangan parsial terbukti tidak berlangsung lama karena para pelaku pasar mempertimbangkan kembali ketidakpastian tentang penandatanganan perjanjian," kata Ken Cheung, kepala analis valas di Mizuho Bank, seperti dikutip Bloomberg.

"Namun mata uang emerging market di Asia tetap menguat karena apresiasi dolar AS tampaknya kehilangan momentum."

Sementara itu, indeks dolar AS yang melacak pergerakan greenback terhadap mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,058 poin atau 0,06 persen ke level 98,396 pada pukul 11.19 WIB.

Indeks dolar AS sebelumnya dibuka melemah 0,004 poin di posisi 98,4503, setelah pada perdagangan Senin (14/10) ditutup menguat 0,153 poin atau 0,16 persen di posisi 98,454.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada kisaran 98,396-98,486.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)
TanggalKurs
15 Oktober14.140
14 Oktober14.126
11 Oktober14.139
10 Oktober14.157
9 Oktober14.182

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs tengah bank indonesia
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top