Pasar Obligasi Menguat Terbatas, Investor Disarankan Wait and See

Penguatan secara teknis ini tak didorong oleh sentimen yang mempengaruhi pasar di hari ini.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 30 September 2019  |  09:05 WIB
Pasar Obligasi Menguat Terbatas, Investor Disarankan Wait and See
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Pasar obligasi pada perdagangan hari ini diprediksi menguat terbatas tersengat sentimen eksternal.

Dikutip dari hasil risetnya, Senin (30/9/2019), Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan secara teknis, pasar obligasi berada di tren kenaikan harga dan mulai berada di fase segitiga. Dengan demikian, pasar obligasi akan menunjukkan arahnya dalam waktu dekat.

Sayangnya, penguatan secara teknis ini tak didorong oleh sentimen yang mempengaruhi pasar di hari ini. Menurutnya, sentimen hari ini justru bakal menahan potensi penguatan.

"Pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka menguat dengan potensi menguat terbatas," ujarnya.

Adapun, dua sentimen yang mempengaruhi pasar hari ini, yaitu pertama, langkah Amerika Serikat membatasi gerak perusahaan China yang terdaftar di Bursa AS. AS ingin menendang keluar perusahaan China yang tercatat di Bursa AS karena untuk melindungi perusahaan AS dan mencegah dana pensiun menanamkan modalnya pada perusahaan China.

Perusahaan China yang terdaftar yakni Baidu, JD.com dan Alibaba. Atas pernyataan tersebut direspons negatif oleh investor di ketiga perusahaan China itu termasuk Bursa Asia.

Menurut Maximilianus, meskipun langkah ini belum dieksekusi, dampaknya cukup kuat menggoyang pasar. Alasannya, hal ini sekaligus membuat investor ragu dengan pertemuan pada awal Oktober terkait perang dagang.

Sentimen lainnya yakni AS berpeluang menang dalam perselisihan di WTO pada kasus dugaan subsidi Airbus oleh Eropa. Keberhasilan tersebut bisa menjadi awal kenaikan tarif bagi barang asal Eropa dan memunculkan perang dagang baru.

Wacananya, AS akan mengenakan tarif hingga 100% terhadap ekspor Eropa ke AS dengan nilai perdagangan tahunan sekitar US$11,2 miliar. Di tengah usaha Bank Sentral Eropa untuk melonggarkan kebijakan moneternya, ditambah dengan adanya Quantitative Easing tahap 2, hal ini justru akan menambah tekanan terhadap ekonomi Eropa.

Atas prediksi ini, dia merekomendasikan agar investor melakukan wait and see dengan potensi beli dengan volume kecil.

"Kami merekomendasikan wait and see hari ini dengan potensi bersiap untuk membeli dengan volume kecil. Pergerakan pasar yang melebihi 65 bps, akan menjadi arah obligasi selanjutnya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top