Indomobil (IMAS) Prediksi Penjualan Mobil Penumpang Tumbuh Moderat Tahun ini

Direktur Utama Indomobil Sukses International Jusak Kertowidjojo mengatakan bahwa banyak faktor yang membuat kinerja penjualan mobil pada tahun ini tidak melaju kencang.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 19 September 2019  |  06:20 WIB
Indomobil (IMAS) Prediksi Penjualan Mobil Penumpang Tumbuh Moderat Tahun ini
Stan Suzuki di Jakarta Fair. - ISI

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indomobil Sukses International Tbk. memprediksi penjualan mobil penumpang untuk tahun ini akan tumbuh moderat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Indomobil Sukses International Jusak Kertowidjojo mengatakan bahwa banyak faktor yang membuat kinerja penjualan mobil pada tahun ini tidak melaju kencang.

Menurutnya, dampak perlambatan ekonomi global turut mempengaruhi kinerja penjualan mobil. Dia menambahkan, hal itu tidak hanya terjadi pada industri penjualan mobil di dalam negeri, tetapi juga terjadi di industri penjualan mobil dunia.

“Susah untuk prediksi banyak faktor yang di luar kontrol, seluruh dunia market mobil turun semua, ini impact dari ekonomi dunia, sehingga masih sulit untuk diprediksi,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (18/9/2019).

Sementara itu, pemangkasan suku bunga acuan yang diprediksi kembali dilakukan oleh Bank Indonesia dinilai belum dapat mendorong kinerja penjualan mobil perseroan.

Pasalnya, Jusak menilai kondisi saat ini yang terjadi adalah minat beli masyarakat terhadap produk otomotif masih lemah. Dengan demikian, hal tersebut belum menjadi katalis positif bagi perseroan.

“Walaupun bunga turun tapi kalau masyarakat tidak tertarik beli mobil sama saja. Jadi coba kami lihat beberapa bulan ke depan ujungnya akan seperti apa,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan pada semester I/2019, segmen bisnis otomotif mencatatkan pertumbuhan pendapatan 2,9% menjadi Rp6,64 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp6,45 triliun.

Laba bersih pada segmen bisnis otomotif tercatat berbalik mencatatkan laba senilai Rp387,29 miliar pada semester I/2019 dari rugi tahun berjalan pada periode yang sama pada tahun sebelumnya senilai Rp71,37 miliar.

Jusak mengatakan bahwa pada tahun ini, kinerja penjualan mobil komersial akan lebih baik dibandingkan dengan penjualan mobil penumpang. Dia memprediksi penjualan mobil komersial akan mencatatkan pertumbuhan pada tahun ini.

“Tumbuhnya karena per semester I/2019 banyak investor yang tunda karena Pemilu, sekarang sudah selesai, investor sudah mulai jalan,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
imas, penjualan mobil

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top