Dua Katalis Dorong Harga SUN, Simak Rekomendasi Mirae Asset Sekuritas

Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan agar investor jangka pendek melakukan trading seri FR0078 dan FR0082 untuk memanfaatkan peluang kenaikan harga SUN.
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 11 September 2019  |  10:24 WIB
Dua Katalis Dorong Harga SUN, Simak Rekomendasi Mirae Asset Sekuritas
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyebutkan harga surat utang negara (SUN) pada perdagangan hari ini bakal mengalami kenaikan akibat dua katalis utama.

Dikutip dari hasil risetnya, Rabu (11/9/2019), analis fixed income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan terdapat dua katalis utama yang berkontribusi terhadap kenaikan harga SUN hari ini. Pertama, rilis data lowongan kerja AS yang diproyeksi turun.

Adapun pada data per Juli 2019, data tersebut akan menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya yakni dari 7,25 juta lowongan menjadi 7,22 juta lowongan. Angka tersebut juga lebih rendah dari ekspektasi pasar yakni sebesar 7,33 juta lowongan.

Proyeksi penurunan pun telah terbaca ketika pada proyeksi pada Juni direvisi dari angka 7,35 juta lowongan. Di sisi lain, turunnya lowongan pekerjaan pada Juli bakal melanjutkan tren sejak awal tahun.

Dengan demikian, ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan semakin kokoh sehingga mendorong minat investor terhadap surat utang negara (SUN).

"Hal tersebut, menjaga kemungkinan kembali diturunkannya suku bunga acuan The Fed sebesar 25 bps pada FOMC Meeting 17-18 September 2019 yang pada akhirnya berpotensi mendorong minat investor terhadap rupiah dan SUN di tengah kondisi market global yang cenderung risk-on," ujarnya.

Kedua, naiknya minat investor yang terlihat pada respons investor pada lelang kemarin. Pada lelang kemarin, penawaran masuk mencapai Rp44,73 triliun atau lebih tinggi dari hasil penawaran masuk sebelumnya yakni Rp29,11 triliun.

Hal itu masih cukup positif meskipun penawaran yang masuk masih di bawah rata-rata penawaran masuk pada tahun ini, yaitu sebesar Rp49,37 triliun.

"Berasal dari naiknya minat investor (tercermin dari level incoming bids) dalam lelang SUN kemarin yang mencatatkan level sebesar Rp44,73 triliun dibandingkan dengan lelang SUN sebelumnya (27 Agustus 2019) sebesar Rp29,11 triliun meski level incoming bids dalam lelang terakhir," katanya.

Atas pertimbangan tersebut, dia merekomendasikan agar investor jangka pendek melakukan trading seri FR0078 dan FR0082 untuk memanfaatkan peluang kenaikan harga SUN.

Sementara itu, untuk investor jangka panjang melakukan aksi hold beberapa seri seperti SUN FR0082, FR0070, FR0078, FR0068, FR0080, FR0079, FR0059, FR0074, FR0072, FR0075 dan FR0065. Seri lainnya yang juga menjadi perhatian yakni PBS014, PBS019, PBS021, PBS022, dan PBS015.


Berikut imbal hasil beberapa seri acuan:

FR0077 (5 tahun): 105.55 (6.72%) – 106.00 (6.61%)
FR0078 (10 tahun): 106.70 (7.27%) – 107.40 (7.17%)
FR0068 (15 tahun): 105.85 (7.70%) – 106.60 (7.62%)
FR0079 (20 tahun): 105.40 (7.83%) – 106.25 (7.75%)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, surat utang negara

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top