Mayoritas Bursa Asia Positif, IHSG Fluktuatif Hingga Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau berbalik melemah 0,06 persen atau 3,73 poin ke level 6.292,99 pada akhir sesi I, meskipun dibuka menguat 0,24 persen atau 15,19 poin ke level 6.311,91 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 20 Agustus 2019  |  12:39 WIB
Mayoritas Bursa Asia Positif, IHSG Fluktuatif Hingga Akhir Sesi I
Pengunjung beraktivitas di dekat papan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (2/7/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berfluktuasi hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (20/8/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG terpantau berbalik melemah 0,06 persen atau 3,73 poin ke level 6.292,99 pada akhir sesi I, meskipun dibuka menguat 0,24 persen atau 15,19 poin ke level 6.311,91 dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (19/8), IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,16 persen atau 10,06 poin ke level 6.296,71.  Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG berfluktuasi pada kisaran 6.283,93-6.317,69.

Lima dari sembilan sektor menetap di zona merah, dipimpin sektor pertanian yang melemah 0,91 persen, disusul sektor aneka industry yang turun 0,61 persen. Di sisi lain, lima sektor menguat, dipimpin sektor infrastruktur yang menguat 0,67 persen.

Sebanyak 152 saham menguat, 203 saham melemah, dan 296 saham stagnan dari 651 saham yang diperdagangkan.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing melemah 1,2 persen dan 0,42 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG siang ini.

Artha Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan melemah pada perdagangan hari ini.

"IHSG diprediksi melemah dengan level resisten 1 dan 2 ada di kisaran 6.323 dan 6.349. Adapun level support IHSG 6.259 hingga 6.278," tulisnya dalam riset yang dikutip Selasa (20/8/2019).

Secara teknikal, lanjutnya, pergerakan candlestick menguji resistance moving average dan indikator stochastic bergerak mulai terbatas di sekitar area resistan.

Senada, Head of Research PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk. Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG mencapai target Moving Average 50 hari dengan potensi pulled back menguji kembali ke support Moving Average 200 hari setelah membentuk pola bearish counter attack. Stochastic bergerak menjenuh dengan RSI yang telah mencapai area dekat overbought.

“Sehingga secara teknikal kami memproyeksikan IHSG cenderung bergerak melemah pada perdagangan selanjutnya dengan support resistance 6.260-6.328,” katanya dikutip dari riset harian pada Senin (19/8/2019).

Indeks saham lainnya di Asia mayoritas menguat siang ini. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing menguat 0,64 persen dan 0,48 persen. Adapun indeks Kospi menguat 1,05 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite menguat 0,03 persen, sedangkan indeks CSI 300 melemah 0,05 persen. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong terpantau menguat 0,08.

Dilansir dari Reuters, bursa saham Asia melanjutkan kenaikan karena harapan stimulus global mengurangi kecemasan tentang resesi global, sehingga meningkatkan minat terhadap aset berisiko dan menarik uang dari safe-haven seperti obligasi dan emas.

Untuk saat ini, para investor dihibur oleh tanda-tanda pembuat bahwa kebijakan bersedia berbuat lebih banyak untuk mendukung ekonomi dari gesekan perdagangan internasional, yang dipimpin oleh perang dagang China-AS.

"Ada harapan untuk pelonggaran kebijakan moneter, dan ini melindungi pasar terhadap perkembangan yang tidak pasti baru-baru ini," kata Masayuki Kichikawa, kepala analis makro di Sumitomo Mitsui Asset Management Co, seperti dikutip Reuters.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI, IHSG

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top