DMAS Dinilai Memiliki Prospek Cerah Sepanjang Tahun

Emiten sektor kawasan industri dinilai memiliki prospek cerah seiring dengan memanasnya perang dagang antara China versus Amerika Serikat.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  23:51 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten sektor kawasan industri dinilai memiliki prospek cerah seiring dengan memanasnya perang dagang antara China versus Amerika Serikat.

Mengutip dari riset yang diterbitkan Bloomberg, Indra Cahya analis Asia Pacific Equity Research menyebutkan pemain sektor kawasan industri berpotensi menjadi penerima manfaat bergesernya rantai pasokan akibat perang dagang AS - China yang sedang berlangsung.

Menurutnya, dalam 5 tahun terakhir penjualan tanah kawasan industri berkurang 14% per tahun, akan tetapi dengan meletusnya perang dagang permintaan tanah industri meningkat 23% yoy untuk seluruh pemain.

Indra menilai PT Puradelta Lestari Tbk. (DMAS) akan mendapatkan porsi penjualan terbesar dari segmen real estat.

Dia menjelaskan DMAS menjual lahan seluas 33 hektare di Kawasan Industri Deltamas di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, selama 2018 yang menunjukkan pelambatan pertumbuhan minus 14% compound annual growth rate (CAGR) sejak 2013.

Sementara itu, per Juni 2019 permintaan lahan kepada DMAS sudah mencapai 150 hektare,  meningkat dari posisi 90 ha tahun lalu atau naik 67% yoy.

Indra mengemukakan permintaan penting datang dari produsen otomotif Hyundai dan Volkswagen, serta raksasa e-commerce China yaitu Alibaba dan perusahaan susu China yang tidak disebutkan namanya.

Sebagai informasi, penjualan lahan oleh DMAS sejak 2015 melambat, sedangkan dari sisi nilai DMAS terus naik. DMAS berhasil menjual 96 ha dengan harga rata-rata Rp1,69 juta/m2 pada 2014, 91 ha pada 2015 dengan harga rata-rata Rp1,89 juta/m2.

Lalu 53 ha pada 2016 dengan harga rata-rata Rp2,02 juta/m2, 59 ha pada 2017 dengan rerata harga Rp2,38 juta ha dan 33 ha pada 2018 dengan rerata Rp2,66 juta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kawasan industri

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top