Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pilarmas Investindo Sekuritas : Harga Obligasi Berpotensi Kembali Melemah, Ini Sentimennya

Setidaknya ada tiga sentimen eksternal yang bakal memengaruhi pergerakan pasar obligasi pada perdagangan Kamis (25/7/2019).
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 25 Juli 2019  |  08:23 WIB
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan mencari informasi tentang obligasi di Jakarta, Rabu (17/7/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan harga obligasi dibuka melemah pada perdagangan Kamis (25/7/2019), dengan potensi bervariasi hingga melemah.

Dalam riset hariannya, Kamis (25/7), Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pelemahan harga obligasi akan berlanjut dan berpeluang mendekati titik support. Oleh karena itu, pada hari ini, perdagangan bakal dibuka melemah dengan potensi bervariasi.

Berdasarkan catatan, penurunan harga obligasi telah terjadi kendati suku bunga acuan mengalami penurunan dari 6 persen menjadi 5,75 persen.

"Pagi ini, pasar obligasi diperkirakan dibuka melemah dengan potensi pergerakan bervariatif hingga melemah," ujarnya.

Ada beberapa sentimen yang akan memengaruhi pergerakan harga obligasi pada hari ini. Pertama, pernyataan AS tentang pencurian hak kekayaan intelektual yang dilakukan China, yang memantik tensi AS-China.

Direktur FBI Christopher Way menuding China sedang melakukan upaya mendominasi bidang ekonomi melalui pencurian hak kekayaan intelektual. Pihaknya pun tengah melakukan penyelidikan terkait hal tersebut.

Kedua, pemberian relaksasi terhadap pembelian 3 ton kedelai asal AS dari 5 perusahaan asal Negeri Panda. Tindakan China menjadi sinyal positif perbaikan hubungan kedua negara di tengah perang dagang.

Ketiga, pertemuan European Central Bank (ECB) pada hari ini, yang akan membahas potensi pelonggaran stimulus. Alasannya, seluruh data ekonomi zona Euro yang berasal dari sektor manufaktur, composite, dan jasa mengalami penurunan. Hasil pertemuan tersebut akan menjadi momen yang ditunggu para pelaku pasar.

Atas pertimbangan beberapa sentimen tersebut, dia merekomendasikan investor untuk wait and see.

"Kami merekomendasikan wait and see hingga berpotensi jual hari ini," imbuh Nico.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top