Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa Asia Merah, IHSG Berbalik Melemah Tipis pada Akhir Sesi I

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik melemah 0,01 persen atau 0,52 poin ke level 6.352,19 pada akhir perdagangan sesi I hari ini dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Juni 2019  |  11:59 WIB
Karyawan berjalan di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat
Karyawan berjalan di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah tipis pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (28/6/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik melemah 0,01 persen atau 0,52 poin ke level 6.352,19 pada akhir perdagangan sesi I hari ini dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

IHSG sebelumnya dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,23 persen atau 14,31 poin di posisi 6.367,02, setelah pada akhir perdagangan kemarin, Kamis (27/6), IHSG ditutup rebound 0,67 persen atau 42,22 poin ke level 6.352,71.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.351,51-6.377,35.

Lima dari sembilan sektor menetap di zona merah, didorong oleh sektor perdagangan yang melemah 1,06 persen, disusul sektor industri dasar yang melemah 0,58 persen.

Di sisi lain, empat sektor menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang menguat 0,82 persen dan pertanian menguat 0,54 persen.

Sebanyak 162 saham menguat, 193 saham melemah, dan 282 saham stagnan dari 637 saham yang diperdagangkan.

Saham PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang masing-masing melemah 0,94 persen dan 7,40 persen menjadi penekan utama IHSG pada akhir sesi I berdasarkan kapitalisasi pasar.

IHSG berbalik melemah di saat indeks saham lainnya di Asia bergerak di zona merah, dengan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing melemah 0,19 persen dan 0,39 persen pada pukul 11.23 WIB, sedangkan indeks Hang Seng melemah 0,56 persen.

Sementara itu di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 melemah masing-masing 0,88 persen dan 0,52 persen.

Dilansir Reuters, bursa saham Asia melemah pada perdaganganJumat di tengah meningkatnya keraguan bahwa pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akhir pekan ini dapat menyebabkan meredakan ketegangan perdagangan.

Ketidakpastian tentang apakah pembicaraan akan menghasilkan kemajuan dalam mengakhiri perang perdagangan sepanjang tahun antara kedua negara ini datang di tengah tanda-tanda meningkatnya risiko pertumbuhan global.

"Saya tidak yakin AS dapat memberikan apa yang diinginkan orang China dan China tidak ingin memberikan apa yang AS inginkan," kata Greg McKenna, analis di McKenna Macro, seperti dikutip Reuters.

Ia menambahkan para pejabat China dan AS diperkirakan akan setuju untuk melanjutkan pembicaraan, sebagai hasil yang paling mungkin dari pertemuan akhir pekan.

Terlepas dari hasilnya, McKenna mengatakan: "kita tidak akan berada dalam pola holding pada Senin pagi."

Sementara itu, tim analis di ANZ mengatakan harapan utama untuk pertemuan antara Trump dan Xi adalah bahwa negosiasi akan dilanjutkan, tarif impor AS akan ditunda, China akan membeli lebih banyak barang AS, dan pembicaraan tentang perdagangan dan teknologi akan menjadi fokus baru.

"Namun, karena kesulitan menyelesaikan aspirasi ekonomi antara kedua negara menjadi sangat besar, pasar tetap berhati-hati," ungkap mereka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top