Trump Sulut Kekhawatiran Baru, Pasar Saham Global Serentak Lesu

Pasar saham global serentak bergerak negatif pada perdagangan sore ini, Rabu (12/6/2019), bersama dengan indeks futures Amerika Serikat (AS) di tengah berlanjutnya kekhawatiran seputar perdagangan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Juni 2019  |  16:43 WIB
Trump Sulut Kekhawatiran Baru, Pasar Saham Global Serentak Lesu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Presiden China Xi Jinping (kiri) saat kunjungan ke Beijing, China, Kamis (9/11/2017). - Reuters/Damir Sagolj

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham global serentak bergerak negatif pada perdagangan sore ini, Rabu (12/6/2019), bersama dengan indeks futures Amerika Serikat (AS) di tengah berlanjutnya kekhawatiran seputar perdagangan.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 turun 0,5 persen pada pukul 09.29 pagi waktu London (pukul 15.29 WIB), menuju penurunan pertamanya dalam empat sesi terakhir. Pada saat yang sama, indeks futures S&P 500 turun 0,3 persen, penurunan terbesar dalam lebih dari sepekan.

Indeks Hang Seng Hong Kong merosot 1,7 persen, penurunan pertama dalam lebih dari sepekan sekaligus yang terbesar dalam hampir lima pekan, sedangkan indeks MSCI Emerging Market turun 0,4 persen, penurunan terbesar dalam hampir tiga pekan.

Dilansir Bloomberg, indeks Stoxx Europe 600 dibuka di posisi lebih rendah untuk pertama kalinya dalam empat sesi, setelah rata-rata indeks saham tergelincir di pasar Asia.

Bursa saham di Hong Kong memimpin pelemahan di Asia akibat terbebani isu geopolitik setelah ribuan demonstran memaksa penutupan jalan di kota itu. Di sisi lain, bursa saham di Shanghai, Tokyo, dan Seoul mencatatkan sedikit penurunan.

Tepat di saat kekhawatiran investor terhadap isu proteksionisme dan pertumbuhan global tampaknya mereda akibat dibatalkannya tarif impor terhadap Meksiko pada akhir pekan kemarin, komentar Presiden AS Donald Trump tentang China dan Federal Reserve AS membawa ketidakpastian baru.

Pada Selasa (11/6/2019) waktu setempat, Trump menyatakan menahan kesepakatan perdagangan dengan China dan tidak akan menuntaskan perjanjian kecuali pemerintah Negeri Tirai Bambu mengikuti ketentuan-ketentuan yang telah dinegosiasikan sebelumnya antara kedua negara.

Sebelumnya Trump telah mengancam akan menaikkan tarif lebih lanjut jika Presiden China Xi Jinping tidak bertemu dengannya di KTT G20, Osaka, pada 28-29 Juni 2019.

Pada Selasa pula Trump melancarkan kritik terbaru kepada The Fed dengan mengeluhkan suku bunga yang terlalu tinggi dalam cuitannya di Twitter.

Para pelaku pasar selanjutnya akan fokus pada komentar Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi di Frankfurt serta menantikan data harga konsumen AS guna memperoleh petunjuk tentang arah kebijakan bank sentral.

“Dengan tidak adanya jaminan bahwa China akan bertemu dengan AS di sela-sela KTT G20 akhir bulan ini, ketegangan perdagangan terus memicu ketidakpastian pasar," ujar Nema Ramkhelawan-Bhana, seorang ekonom di FirstRand Bank Ltd., Johannesburg.

“Namun, meningkatnya kemungkinan langkah pemangkasan oleh The Fed menyeimbangkan kekhawatiran perdagangan. Hal ini sangat penting untuk pertumbuhan global,” tambahnya, seperti dikutip dari Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Donald Trump

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top