Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Karet Naik, Terdorong Penguatan Minyak Mentah

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Oktober 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menguat 1,04 persen atau 2 poin ke level 194,30 yen per kilogram dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 28 Mei 2019  |  15:29 WIB
Pekerja melakukan proses pengasapan karet di pabrik pengolahan karet Kebun Glantangan milik PTPN XII, di Tempurejo, Jember, Jawa Timur, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Seno
Pekerja melakukan proses pengasapan karet di pabrik pengolahan karet Kebun Glantangan milik PTPN XII, di Tempurejo, Jember, Jawa Timur, Minggu (3/3/2019). - ANTARA/Seno

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet di bursa Tokyo menguat lebih dari 1 persen pada perdagangan hari ini, Selasa (28/5/2019), menyusul menguatnya harga minyak mentah.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif Oktober 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) ditutup menguat 1,04 persen atau 2 poin ke level 194,30 yen per kilogram dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (27/5/2019), harga karet kontrak Oktober ditutup menguat 0,26 persen atau 0,5 poin ke level 192,30 yen per kg.

Dilansir Bloomberg, harga karet mendapat dukungan dari kenaikan minyak mentah, meskipun ketika gesekan perdagangan antara AS dan China tetap menjadi perhatian.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli 2019 menguat 0,58 persen atau 0,34 poin ke level US$58,97 per barel pada pukul 15.00 WIB.

Adapun harga minyak mentah acuan global Brent untuk kontrak Juli 2019 melemah 0,13 persen atau 0,09 poin ke level US$70.02 per barel, setelah sempat menguat hingga US$70,33 per barel.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Minyak WTI menguat di tengah kemungkinan gangguan pasokan dari Iran dan Libya. Harga minyak yang lebih tinggi meningkatkan biaya pembuatan karet sintetis, yang merupakan produk alternatif karet alam.

Investor mencari petunjuk baru setelah perang perdagangan dan data ekonomi yang lemah menempatkan karet pada jalur penurunan bulan ini.

Sementara itu, Presiden Donald Trump tidak memberikan indikasi pelonggaran ketegangan dengan China, dengan mengatakan selama kunjungan ke Jepang bahwa tarif barang-barang impor China "dapat naik sangat, sangat besar, sangat mudah." 

Pergerakan Harga Karet Kontrak Oktober 2019 di Tocom
TanggalHarga (Yen/Kg)Perubahan (persen)
28/5/2019194,3+1,04
27/5/2019192,3+0,5
24/5/2019191,80+0,52
23/5/2019190,80-0,37
22/5/2019191,50-1,44

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga karet
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top