Lotte Chemical Titan (FPNI) Jaga Utilisasi Produksi Minimal 80 Persen

Chief Financial Officer Lotte Chemical Titan (FPNI) Calvin Wiryapranata menjelaskan perseroan telah mencapai tingkat operabilitas 80 persen dan mencapai produksi di atas 300.000 metrik ton dalam 8 tahun terakhir.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 26 Mei 2019  |  11:21 WIB
Lotte Chemical Titan (FPNI) Jaga Utilisasi Produksi Minimal 80 Persen
PT Lotte Chemical Titan Tbk. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten petrokimia PT Lotte Chemical Titan Tbk. menjaga utilisasi minimal 80 persen dan kualitas produksi 98,8 persen pada 2019, untuk mengantisipasi fluktuasi harga ethylene sebagai bahan baku utama.

Chief Financial Officer Lotte Chemical Titan (FPNI) Calvin Wiryapranata menjelaskan perseroan telah mencapai tingkat operabilitas 80 persen dan mencapai produksi di atas 300.000 metrik ton dalam 8 tahun terakhir. Pada 2018, volume produksi polyethylene (PE) perseroan mencapai 306.000 metrik ton.

Tahun ini, perseroan mengincar pertumbuhan volume produksi dan penjualan sebesar 10 persen secara tahunan. FPNI juga akan mempertahankan on spec (kualitas produk) di level 98,8 persen, seperti yang telah dicapai dalam 3 tahun berturut-turut.

Dia melanjutkan setiap kenaikan on spec sebesar 1 persen setara dengan 3.800 ton. Maka, kenaikan on spec di level 92,6 persen pada 2010 menjadi 98,8 persen pada 2018 setara dengan efisiensi 24.000 ton PE. Capaian itu sukses mendorong kinerja perseroan lebih baik pada tahun lalu.

"Industri petrokimia basisnya adalah komoditas. Sehingga kami tidak dapat mengontrol harganya [bahan baku], juga dengan harga jualnya. Kami hanya mengontrol untuk komponen yang dapat kami kontrol," papar Calvin dalam paparan publik, Jumat (24/5/2019).

Produk yang dihasilkan oleh FPNI adalah Linear Low-Density Polyethylene (LLDPE) dan High Density Polyethylene (HDPE).

Pada 2018, perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar US$6,1 juta setelah merugi US$1,7 juta pada tahun sebelumnya. Kenaikan laba bersih sebesar 411 persen secara tahunan terutama disebabkan oleh meningkatnya rata-rata margin spread antara harga jual PE dan bahan baku utama , yang sebesar US$59 per metrik ton atau setara dengan 37%.

Hal ini disebabkan oleh harga jual PE yang cukup baik dan stabil sepanjang tahun lalu serta harga ethylene di pasar global yang cukup rendah, terutama pada kuartal IV/2018, seiring tren penurunan harga naphtha. Di sisi lain, penurunan harga PE, terutama HDPE, dapat ditahan.

Margin spread perseroan rata-rata US$221 per metrik ton pada 2018, naik dari tahun sebelumnya yang sebesar US$162 per metrik ton.

Namun, pada kuartal I/2019, pendapatan bersih perseroan terpangkas 9,03 persen menjadi US$92,69 juta. Akibatnya, laba bersih periode berjalan tergerus 74,51 persen menjadi US$65.000.

Perseroan mengaku sulit memproyeksi pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga akhir tahun ini karena fluktuasi harga bahan baku dan harga jual produk. Meski demikian, FPNI menyatakan bakal melakukan kombinasi produk agar margin spread pada kuartal selanjutnya dapat lebih baik.

"Ketika harga HDPE bagus, kami meningkatkan penjualannya. Begitu pula pada produk LLDPE," tutur Calvin.

Lebih lanjut, FPNI mengalokasikan belanja modal sebesar US$5 juta pada 2019, lebih besar dibandingkan dengan belanja modal tahun lalu yang senilai US$2 juta.

Dia menjelaskan pabrik yang berlokasi di Merak, Cilegon, Banten telah berusia 26 tahun sehingga beberapa sistem perangkat lunak perlu diperbaiki, di antaranya distributed control system dan interlock system. Perseroan juga akan menambah pompa ethylene untuk menjaga suplai produk lebih baik. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten, lotte chemical titan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top