Ini Jadwal Stock Split Multi Prima Sejahtera (LPIN)

Emiten komponen otomotif PT Multi Prima Sejahtera Tbk. (LPIN) berencana melakukan stock split atau pemecahan saham dengan rasio 1:4 pada 28 Mei 2019.
Hafiyyan | 23 Mei 2019 05:58 WIB
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (18/2/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten komponen otomotif PT Multi Prima Sejahtera Tbk. (LPIN) berencana melakukan stock split atau pemecahan saham dengan rasio 1:4 pada 28 Mei 2019.

Dalam keterbukaan informasi Rabu (22/5/2019) manajemen LPIN menyampaikan, perseroan sudah mendapatkan izin dari pemegang saham untuk melakukan stock split. Persetujuan itu didapatkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 26 April 2019.

Pemecahan nilai saham dari semula Rp100 menjadi Rp25. Artinya, rasio pemecahan saham ialah 1:4. Pelaksanaan stock split dilakukan dengan jadwal sebagai berikut.

Pertama, pengumuman di bursa tentang jadwal pelaksanaan stock split pada 20 Mei 2019. Kedua, akhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar regular dan negosiasi pada 23 Mei 2019.

Ketiga, awal perdagangan saham dengan nilai nominal baru di pasar regular dan negosiasi pada 24 Mei 2019. Keempat, akhir penyelesaian transaksi saham dengan nilai nominal lama di pasar regular dan negosiasi pada 27 Mei 2019.

Kelima, tanggal penentuan pemegang rekening saham yang berhak atas hasil stock split (recording date) pada 27 Mei 2019. Keenam, saham dengan nominal baru didepositokan dan didistribusikan oleh KSEI kepada pemegang saham pada 28 Mei 2019.

Ketujuh, awal perdagangan saham di pasar tunai dengan nominal baru pada 28 Mei 2019. Kedelapan, tanggal dimulainya penyelesaian transaksi saham dengan nominal baru pada 28 Mei 2019.

Sebelumnya, Presiden Direktur Multi Prima Sejahtera Lukman Djaja mengungkapkan rencana stock split akan dilaksanakan dengan tujuan menambah likuiditas saham dan juga meningkatkan jumlah pemegang saham.

“Jumlah saham dengan nilai nominal lama sebanyak 106,25 juta, lalu jumlah saham baru mencapai 425 juta,” paparnya.

Pada penutupan perdagangan Rabu (22/5/2019), saham LPIN stagnan di level Rp1.120. Harga menguat 12,56% sepanjang 2019. Kapitalisasi pasar sebesar Rp119 miliar dengan Price to Earning Ratio (PER) 3,78 kali.

Dengan estimasi pemecahan saham 1:4 di harga tersebut, maka nilai saham LPIN setelah stock split ialah senilai Rp280.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham, stock split, rekomendasi saham

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top