Lagi, Purinusa Tambah Saham di INKP Rp6,22 Miliar

Entitas Sinarmas Group, PT Purinusa Ekapersada getol menambah kepemilikannya di emiten kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) pada pekan akhir April dan awal Mei 2019.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 07 Mei 2019  |  05:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Entitas Sinarmas Group, PT Purinusa Ekapersada getol menambah kepemilikannya di emiten kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) pada pekan akhir April dan awal Mei 2019.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan Senin (6/5/2019), Purinusa melakukan 4 kali pembelian saham INKP pada pekan keempat April 2019 dan awal mei 2019. Dengan demikian, kepemilikannya di INKP meningkat menjadi 53,1025 persen dari sebelumnya 53,0863 persen.

Perincian transaksi sebagai berikut. Pertama, pada 26 April 2019 pembelian 303.600 lembar saham seharga Rp6.874,7 per lembar, sehingga total transaksi mencapai Rp2,08 miliar. Kedua, tanggal 29 April 2019 Purinusa membeli 7.000 saham di harga Rp6.800 per lembar, sehingga total transaksi Rp47,6 juta.

Ketiga, pada 30 April 2019 transaksi 72.800 lembar saham dengan harga pelaksanaan Rp7.375 per lembar, sehingga nilai transaksi mencapai Rp536,9 juta. Keempat, transaksi pada 2 Mei 2019 sebanyak 500.000 lembar saham seharga Rp7.110 per lembar, sehingga total transaksi sejumlah Rp3,55 miliar.

Dengan demikian, total transaksi pembelian saham secara keseluruhan mencapai Rp6,22 miliar. Menurut manajemen, tujuan transaksi ini ialah investasi.

Sebelumnya, pada 16 April—25 April 2019, Purinusa melakukan 6 kali transaksi penambahan saham di INKP. Total transaksi mencapai Rp16,75 miliar.

Pada penutupan perdagangan Senin (6/5/2019), saham INKP naik 3,75 persen atau 250 poin menjadi Rp6.925. Namun, dalam sebulan terakhir harga terkoreksi 16,82 persen. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp37,89 triliun dengan Price to Earning Ratio 4,45 kali.

Sebelumnya pada penutupan perdagangan Senin (29/4/2019), atau saat Purinusa mengumumkan penambahan saham Rp16,75 miliar, saham INKP naik 7,64 persen atau 525 poin menjadi Rp7.400. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp40,49 triliun dengan Price to Earning Ratio 4,75 kali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sinarmas

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top