Minyak Mentah Tergelincir, Harga Batu Bara Ditutup Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 ditutup dengan pelemahan 0,5 persen atau 0,45 poin ke level US$89 per metrik ton.
Minyak Mentah Tergelincir, Harga Batu Bara Ditutup Melemah Aprianto Cahyo Nugroho | 25 April 2019 08:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara Newcastle ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu (24/4/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Mei 2019 ditutup dengan pelemahan 0,5 persen atau 0,45 poin ke level US$89 per metrik ton.

Harga batu bara berbalik melemah setelah pada perdagangan Selasa (23/4/2019) ditutup menguat 1,65 persen atau 1,45 poin ke level US$89,45 per metrik ton.

Sementara itu di bursa ICE Rotterdam, harga batu bara untuk kontrak teraktif Juli 2019 ditutup merosot 3,95 persen atau 2,6 poin ke level US$63,3 per metrik ton pada perdagangan Rabu.

Sejalan dengan harga batu bara, harga minyak mentah tergelincir pada perdagangan Rabu menyusul laporan peningkatan jumlah persediaan minyak mentah di AS.

Penurunan pada perdagangan Rabu sekaligus mematahkan kenaikan selama dua hari yang telah mendorong harga minyak ke level tertingginya sejak Oktober, setelah pemerintahan Presiden Donald Trump berjanji untuk memperketat sanksi terhadap Iran.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Juni 2019 ditutup turun 41 sen di level US$65,89 per barel di New York Mercantile Exchange. WTI telah melonjak sebesar US$2,30 pada dua sesi perdagangan sebelumnya dan mencapai level penutupan tertingginya sejak 29 Oktober 2018.

Di sisi lain, harga minyak mentah acuan global Brent untuk pengiriman Juni 2019 mampu menambah kenaikan sebesar 6 sen dan berakhir di level US$74,57 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent diperdagangkan premium sebesar US$8,68 terhadap WTI.

Harga minyak mentah AS tergelincir setelah badan energi AS Energy Information Administration (EIA) melaporkan peningkatan stok minyak sebesar 5,48 juta barel pekan lalu, melampaui perkiraan tertinggi dalam survei Bloomberg. Pasokan minyak AS tumbuh untuk keempat kalinya dalam lima pekan.

“Meski berbahaya jika terlalu mencermati data minggan EIA, laporan itu mungkin menunjukkan bahwa dampaknya tidak akan begitu buruk,” ujar Brian Kessens, Managing Director Tortoise.

“Pasar berusaha menemukan pijakan dan memahami ketidakpastian geopolitik yang meningkat, terutama apa yang akan dilakukan OPEC. Itu akan menjadi pendorong lebih besar pada harga minyak mentah selama beberapa bulan ke depan daripada apa yang kita lihat pada data mingguan,” lanjutnya.

 

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Juni 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

24 April

89

(-0,5 persen)

23 April

89,45

(+1,65 persen)

22 April

88,0

(+1,14 persen)

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top