Eksportir Terbesar Kopi Brasil Ajukan Perlindungan Kebangkrutan

Terra Forte, salah satu eksportir terbesar kopi Brasil, telah mengajukan perlindungan kebangkrutan di pengadilan negara bagian Sao Paulo, Rabu (10/4/2019) waktu setempat.
Dika Irawan | 11 April 2019 19:57 WIB

Bisnis.com, JAKARTA- Terra Forte, salah satu eksportir terbesar kopi Brasil, telah mengajukan perlindungan kebangkrutan di pengadilan negara bagian Sao Paulo, Rabu (10/4/2019) waktu setempat.

Dikutip dari Reuters, Kamis (11/4/2019), sejumlah firma hukum perusahaan, yang terdiri atas Freire, Assis, dan Sakamoto e Violante mengatakan, Terra Forte ingin merestrukturisasi utang sebesar 1,1 miliar reais atau setara Rp4 triliun.

Selain itu, eksportir tersebut juga berusaha mencari pendanaan sebesar 60 juta reais kepada investor untuk modal kerja guna mempertahankan operasi.

Terra Forte adalah perusahaan terkemuka di pasar kopi internasional. Berbasis di Sao Joao da Boa Vista, negara bagian Sao Paulo, perusahaan ini memiliki cabang di Poços de Caldas, di wilayah penghasil utama kopi negara bagian Minas Gerais, dan di Santos, kota pelabuhan pengekspor kopi terbesar di Brasil.

Beberapa trader kopi di London mengatakan, dalam beberapa hari terakhir bahwa mereka mendengar Terra Forte memiliki masalah dalam memenuhi kontrak dengan importir Eropa.

Tercatat, Terra Forte memiliki kapasitas untuk mengirimkan sekitar 2,5 juta kantong kopi hijau per tahun (satu kantong setara 60 kilogram atau sekitar 130 pon). Di samping itu, mereka juga merupakan salah satu dari lima pemain terbesar dalam pasar ekspor Brasil.

Meskipun menjadi pedagang, Terra Forte adalah produsen kopi besar. Mereka mengelola tujuh pertanian di negara bagian Sao Paulo dan Minas Gerais.

Seorang juru bicara di markas Terra Forte di Sao Joao da Boa Vista menolak berkomentar terkait hal ini.

Firma hukum yang menangani kasus perlindungan kebangkrutan merilis sebuah catatan singkat. Disebutkan, eksportir sedang mencari dukungan keuangan untuk melanjutkan operasi, berharap untuk mendapatkan modal jangka pendek dari investor. Di sisi lain, mereka juga mencoba untuk menegosiasikan kembali utangnya yang besar.

"Ketika restrukturisasi selesai, perusahaan memiliki tujuan untuk menemukan mitra strategis di pasar," kata catatan itu.

Di sisi lain, pelemahan ini dinilai telah membuat harga acuan kopi melemah. Para produsen mengeluhkan bahwa nilai jual di bawah biaya produksi.  

Mengacu pada data Bloomberg, hingga pukul 17:54 WIB, Kamis (11/4), harga kopi di Intercontinental Exchange anjlok 0,62% atau 0,60 poin ke level US$96,15 per pon.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kopi

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup