ADMF Ingin Terbitkan Surat Utang Rp1,6 Triliun

PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. akan kembali menerbitkan obligasi dan sukuk dengan total target emisi Rp1,6 triliun.
Emanuel B. Caesario | 17 Maret 2019 19:58 WIB
Model mengoperasikan aplikasi AKSES Adira Finance di sela-sela peluncurannya, di Jakarta, Rabu (21/3/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Adira Dinamika Multifinance Tbk. akan kembali menerbitkan obligasi dan sukuk dengan total target emisi Rp1,6 triliun.

Berdasarkan data pemasaran Indo Premier Sekuritas yang dikutip Minggu (17/3/2019), ADMF akan menerbitkan dua seri surat utang.

Pertama, Obligasi Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap V Tahun 2019 dengan jumlah nominal Rp1,5 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Adira Finance Tahap IV Tahun 2019 senilai Rp96 miliar.

Kedua instrumen ini akan diterbikan masing-masing dalam 3 seri, yakni Seri A tenor 370 hari, Seri B tenor 36 bulan, dan Seri C tenor 60 bulan.

Adapun, indikasi tingkat kupon per tahun untuk masing-masing seri yakni Seri A 7,75% - 8,25%, Seri B 8,50% - 9,00%, dan Seri C 9,00% - 9,50%. Masa penawaran awal atau bookbuilding atas kedua instrumen ini berlansung pada 13 – 27 Maret 2019.

Setelah masa bookbuilding berakhir, tingkat kupon final akan ditentukan. Selanjutnya, masa penawaran umum dilakukan pada 11-12 April 2019. Insturmen ini ditargetkan bisa dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 18 April 2019.

Kedua instrumen ini masing-masing mendapatkan peringkat idAAA dan idAAA(sy) dari Pefindo. Obligasi dijaminkan dengan piutang lancar sekurang-kurangnya 50% dari nilai pokok obligasi, sedangkan sukuk dijaminkan dengan piutang performing sekurang-kurangnya 50% dari dana sukuk mudharabah.

Tujuan emisi kedua instruman ini adalah untuk kegiatan pembiayaan konsumen sehubungan dengan kegiatan usaha perseroan, secara konvensional dan secara mudharabah.

Indopremier Sekuritas mencatat ada sejumlah pertimbangan investasi atas instrumen ini. Pertama, ADMF memiliki dukungan yang kuat dari Bank Danamon. Bank Danamon menggenggam 92,07% dari saham ADMF, sedangkan investor publik hanya 7,93%.

Kedua, ADMF merupakan salah satu perusahaan pembiayaan sepeda motor dan mobil yang terbesar di Indonesia. Ketiga, perseroan memiliki tingkat utang yang relatif masih rendah.  Keempat, ADMF merupakan salah satu perusahaan pembiayaan dengan peringkat tertinggi dari Pefindo.

Kelima, ADMF memiliki jaringan usaha yang luar dengan segmen pasar yang lengkap.

Tag : Obligasi, adira finance
Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top