Mirae Asset Sekuritas : SUN Menanti Data Neraca Dagang

Harga Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (15/3/2019).
Emanuel B. Caesario | 15 Maret 2019 09:03 WIB
Ilustrasi Surat Utang Negara. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) bergerak bervariasi dengan kecenderungan melemah pada perdagangan Jumat (15/3/2019).

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan secara umum, pergerakan harga SUN hari ini akan bergantung pada rilis data neraca dagang Februari 2019. Berdasarkan konsensus Bloomberg, sejauh ini pasar memprediksi defisit neraca dagang akan menyempit ke kisaran US$780 juta dibandingkan dengan Januari 2019 yang mencapai $1,16 miliar.

Kemungkinan sentimen positif dari rilis neraca dagang juga diperkuat oleh proyeksi Bank Indonesia (BI), yang memperkirakan neraca dagang kemungkinan akan surplus pada Februari 2019.

Meski demikian, downside risk bagi pergerakan harga SUN yang berasal dari neraca dagang masih tetap ada. Apalagi, jika ternyata menyempitnya defisit neraca dagang bersamaan dengan anjloknya performa ekspor dan impor secara tahunan, sehingga memberi sinyal melambatnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2019.

Dengan demikian, SUN tenor pendek berpotensi mendapatkan dampak positif terbesar dari rilis data neraca dagang. Mengingat, turunnya defisit atau justru terjadi surplus membuka peluang bagi BI untuk menurunkan suku bunga acuannya tahun ini.

Di sisi lain, SUN tenor menengah dan panjang masih berpotensi untuk melemah hari ini, karena proyeksi turunnya ekspor dan impor secara tahunan bisa mendorong depresiasi rupiah terhadap dolar AS.

Sementara itu, sentimen global menunjukkan sentimen yang beragam. Sentimen positif bagi harga SUN di antaranya berasal dari rilis beberapa data ekonomi AS semalam, di mana penjualan rumah baru per Januari 2019 turun sebesar 6,9% month-on-month (mom).

Adapun tunjangan pengangguran (initial jobless claims) per pekan yang berakhir 9 Maret 2019, naik 229.000 klaim dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

Di sisi lain, sentimen negatif masih berasal dari perkembangan Brexit serta adanya ancaman tarif baru bagi produk ekspor Uni Eropa (UE) oleh Presiden AS Donald Trump.

Beragamnya sentimen global tersebut mendorong yield US Treasury 10 tahun cenderung stagnan di kisaran 2,63%, sedangkan indeks dolar AS naik ke kisaran 96,72 poin dari sebelumnya di kisaran 96,55 poin.

"Kami masih merekomendasikan investor untuk fokus pada perdagangan SUN seri pendek dengan rekomendasi seri SUN benchmark FR0077. Hal tersebut didasarkan pada antisipasi downside risk bagi harga SUN yang berasal dari rilis data neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2019," papar Dhian dalam riset harian, Jumat (15/3).

Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid, hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 94,00 (7,31%) - 94,50 (7,17%)
FR0077 (15 Mei 2024): 102,80 (7,46%) - 103,35 (7,33%)
FR0064 (15 Mei 2028): 89,55 (7,73%) - 90,00 (7,66%)
FR0078 (15 Mei 2029): 102,85 (7,84%) - 103,40 (7,76%)
FR0065 (15 Mei 2033): 86,75 (8,22%) - 87,55 (8,12%)
FR0068 (15 Maret 2034): 101,65 (8,18%) - 102,65 (8,07%)
FR0075 (15 Mei 2038): 92,55 (8,28%) - 93,00 (8,23%)
FR0079 (15 April 2039): 100,65 (8,31%) - 101,60 (8,21%)

Adapun rpiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp14.245-Rp14.339 dengan kecenderungan melemah.

Berikut review perdagangan Kamis (14/3):

-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: +13,10 bps to 103,10 (7,39%)
FR0078: +19,00 bps to 103,07 (7,81%)
FR0068: +22,90 bps to 101,36 (8,22%)
FR0079: +42,50 bps to 101,00 (8,27%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr: +0,002 point to 2,47%
UST 5yr: 0 point to 2,43%
UST 10yr: 0 point to 2,63%
UST 30yr: 0 point to 3,05%
German Bund 10yr: +0,021 point to 0,08%
UK Gilt 10yr: +0,016 point to 1,22%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr: -0,55% to 38,77
CDS 5yr: -2,05% to 83,75
CDS10yr: -0,42% to 174,38

-CRUDE OIL PRICES -
WTI: -0,07% to US$58,57 per barrel
BRENT: -0,47% to US$67,20 per barrel

Tag : surat utang negara
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top