Literasi SR-011 Perlu Lebih Gencar

Pemasaran instrumen SBN ritel ketiga tahun ini, yakni seri sukuk ritel SR-011 diharapkan dapat lebih disertai aktivitas literasi yang makin gencar dan kupon yang tetap tinggi .
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  00:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Pemasaran instrumen SBN ritel ketiga tahun ini, yakni seri sukuk ritel SR-011 yang akan dimulai pada Jumat (1/3/2019) mendatang diharapkan dapat lebih disertai aktivitas literasi yang makin gencar dan kupon yang tetap tinggi .

Tujuannya agar tidak mengulang penurunan permintaan seperti yang terjadi pada dua seri yang sudah diterbitkan di awal tahun ini.

Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas, mengatakan bahwa instrumen SR sudah lebih banyak dikenal oleh investor ritel, sehingga mestinya peminatnya lebih tinggi.

Namun, tentu saja pemerintah tidak ingin hanya mengandalkan investor lama yang sudah sering berinvestasi di instrumen SR, tetapi juga investor baru. Oleh karena itu, dirinya menilai sangat penting agak kegiatan edukasi dan sosialisasi dilakukan seintensif mungkin atas instrumen ini.

Dirinya menduga, salah satu faktor yang menyebabkan turunnya permintaan investor pada seri SBR-005 dan ST-003 di awal tahun ini adalah karena sosialisasi yang kurang massif. Padahal, upaya inklusi tidak dapat dipisahkan dari literasi.

“Kalau tujuannya memang untuk ritel, strategi sosialisasi dan edukasinya harus jelas. Saya sangat berharap teman-teman yang menjadi agen penjual tidak saja jualan, tetapi juga melakukan edukasi,” katanya.

Nico mengatakan, berkaca dari pengalaman tahun lalu, permintaan atas instrumen SR seri SR-010 sangat rendah, yakni hanya Rp8,44 triliun. Hal ini disebabkan karena pemerintah hanya memberikan kupon sebesar 5,90%. Menurutnya, hal tersebut mestinya tidak boleh dilakukan.

“Kalau tujuannya adalah untuk mengenalkan kepada masyarakat kita tentang apa itu obligasi, kupon adalah harga yang harus dibayar. Ini bukan untuk keuntungan jangka pendek kok. Investasi, edukasi dan sosialisasi untuk ritel itu tidak bisa hanya jangka pendek,” katanya.

Dirinya menyambut baik rencana pemerintah untuk menerbitkan SBN ritel hingga 10 kali tahun ini. Ini merupakan cara terbaik untuk mempersiapkan pasar domestik untuk mengambil alih dominasi kepemilikan atas obligasi negara dari tangan investor asing.

Bila investor ritel makin terbiasa pada investasi di SBN ritel, lambat laun mereka akan cukup percaya diri pula untuk terlibat pada SUN konvensional yang selama ini didominasi investor institusi. Bahkan, investor ritel juga bisa semakin aktif memasuki pasar obligasi korporasi

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sukuk

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup