Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Diversifikasi Portofolio Investasi Dorong Saham ELSA

Strategi diversifikasi portofolio investasi tahun ini dan kinerja PT Elnusa Tbk tahun 2018 mendorong tren penguatan saham berkode ELSA sore ini (27/2). Harga saham ELSA ditutup pada level Rp372 atau naik tipis 1,09% dari hari sebelumnya di level Rp368. Sepanjang 2019, harga saham ELSA mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan 8,14% ytd.
Logo PT Elnusa Tbk
Logo PT Elnusa Tbk

Bisnis.com, JAKARTA—Strategi diversifikasi portofolio investasi tahun ini dan kinerja PT Elnusa Tbk tahun 2018 mendorong tren penguatan saham berkode ELSA sore ini (27/2). Harga saham ELSA ditutup pada level Rp372 atau naik tipis 1,09% dari hari sebelumnya di level Rp368. Sepanjang 2019, harga saham ELSA mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan 8,14% ytd.

Di sisi lain indeks sektor pertambangan ditutup pada Rp1.906,78 atau tumbuh 7,33% secara year-to-date (ytd).

Dalam menghadapi risiko fluktuasi harga minyak dunia  2019, ELSA fokus melanjutkan diversifikasi portofolio yang diarahkan pada jasa hulu migas berbasis non-aset serta jasa distribusi dan logistik energi.

Selain itu, perusahaan di tahun ini juga akan fokus pada beberapa hal antara lain skema bisnis berbasis aset, penjajakan pada lini servis midstream migas dan energi baru terbarukan serta mengawali inisiatif bisnis digital maupun pengembangan servis yang ada dengan value preposition digital.

Siaran pers emiten belum lama ini menyatakan ELSA tengah mengembangkan smart water meter dan smart power meter untuk mendukung pengelolaan air di Kota Tangerang. Sistem yang berbasis internet of things akan menjadi solusi untuk mengurangi tingkat kehilangan air atau non-revenue water perusahaan penyedia air dan memudahkan masyarakat mengatur penggunaan air di rumah.

Dalam hal ini Elnusa bekerja sama dengan PT Moya Tangerang sebagai produsen air, dan PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang yang merupakan unit usaha distribusi air bersih bagi masyarakat Kota Tangerang.

Perusahaan penyedia jasa energi ini menorehkan peningkatan kinerja pada akhir 2018 dengan membukukan kenaikan pendapatan 33,05% (year-on-year/yoy) menjadi Rp6,62 triliun dari tahun sebelumnya yang hanya Rp4,98 triliun. Seiring dengan kenaikan pendapatan, bottom line ELSA juga tercatat tumbuh 10,19% (yoy) menjadi Rp276,32 miliar dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp250,75 miliar.

Secara teknikal, harga saham ELSA masih berada di momentum positif yang tercermin dari indikator MACD. Harga saham pun ditutup di atas MA 100 dan indikator Relative Strength Index cenderung berada di area netral dengan angka 48,26.

Diversifikasi Portofolio Investasi Dorong Saham ELSA

Sumber: Bloomberg

*) Dyah Ayu Kartika, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper