Mirae Asset Sekuritas : Pasar SUN Berpotensi Tertekan di Akhir Pekan

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (22/2/2019), harga SUN berpotensi tertekan.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 22 Februari 2019  |  10:15 WIB
Mirae Asset Sekuritas : Pasar SUN Berpotensi Tertekan di Akhir Pekan
Obligasi

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (22/2/2019), harga SUN berpotensi tertekan.

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa pergerakan harga SUN hari ini tampaknya didominasi oleh katalis negatif baik dari global maupun domestik di mana katalis negatif global masih berasal dari interpretasi pasar atas notula pertemuan FOMC (FOMC Minutes) 29-30 Januari 2019  yang dirilis kemarin. 

Notula tersebut, memberikan indikasi bahwa The Fed masih akan menunggu perkembangan data ekonomi AS sehingga peluang kenaikan suku bunga acuan masih terbuka di tahun ini. 

Dampak dari rilis notula tersebut cukup terasa di mana dalam perdagangan global semalam, yield US Treasury 10 tahun naik ke kisaran 2,69% dibandingkan dengan hari sebelumnya di level 2,65% meski beberapa rilis data ekonomi AS yaitu pertumbuhan bulanan penjualan kelompok barang tahan lama (durable goods) dan PMI Manufaktur di bawah ekspektasi pasar. 

Selain itu, indeks dolar AS juga meningkat ke kisaran 96,61 poin (sebelumnya 96,45 poin) sebagai dampak dari rilis notula rapat FOMC meski kenaikan indeks dolar AS juga turut dipengaruhi oleh perkembangan Brexit yang masih tidak menentu. 

Naiknya yield US Treasury dan indeks dolar AS dikhawatirkan mendorong kenaikan yield SUN melalui transmisi langsung dari yield US Treasury maupun depresiasi rupiah terhadap dolar AS. 

Dari domestik, katalis bagi pergerakan harga SUN di pasar sekunder juga tampaknya cenderung negatif pasca rilis hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) kemarin sore. 

Nuansa dovish cukup kental dalam redaksional hasil RDG BI sehingga interpretasi pasar terhadap hasil RDG BI dikhawatirkan akan mendorong depresiasi rupiah terhadap dolar AS yang pada akhirnya menyebabkan penurunan harga SUN di pasar sekunder dalam jangka pendek. 

Terakhir, adanya agenda lelang SUN minggu depan juga berpotensi menjadi katalis negatif tambahan dari domestik.

"Untuk trading jangka pendek, kami masih merekomendasikan investor untuk fokus pada perdagangan SUN seri pendek dan menengah utamanya FR0077 dan FR0078 dengan aksi jual," katanya dalam riset harian, Jumat (22/2/2019).

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 92,85 (7,66%) - 93,00 (7,59%)
FR0077 (15 Mei 2024): 101,20 (7,82%) - 101,55 (7,75%)
FR0064 (15 Mei 2028): 87,55 (8,06%) - 88,15 (7,96%)
FR0078 (15 Mei 2029): 101,50 (8,03%) - 102,00 (7,96%)
FR0065 (15 Mei 2033): 85,00 (8,46%) - 85,50 (8,39%)
FR0068 (15 Maret 2034): 100,65 (8,30%) - 101,10 (8,25%)
FR0075 (15 Mei 2038): 91,30 (8,42%) - 92,30 (8,31%)
FR0079 (15 April 2039): 99,75 (8,40%) – 100,20 (8,35%)


Rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp14.041 - Rp14.158 dengan kecenderungan melemah. 


-REVIEW (21 February 2019)-
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: -16,20      bps to 101,64 (7,73%)
FR0078: -39,20      bps to 102,17 (7,93%)
FR0068: -40,40      bps to 101,25 (8,23%)
FR0079: -32,50      bps to 100,66  (8,30%)


-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr:    +0,027     point to 2,53%
UST 5yr:    +0,038     point to 2,51%
UST 10yr:  +0,039     point to 2,69%
UST 30yr:  +0,050     point to 3,05%
German Bund 10yr: +0,028 point to 0,13%
UK Gilt 10yr: +0,028 point to 1,20%


-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr:   -0,85%   to  46,53
CDS 5yr:   +0,41%   to 108,74
CDS10yr:  +1,05%   to 179,09


-CRUDE OIL PRICES -
WTI:  -0,21%      to $56,84 per barrel 
BRENT: 0%          to $67,07 per barrel

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sun

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup