BI Pertahankan Suku Bunga, IHSG Menguat di Hari Kedua

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,38% atau 24,98 poin di level 6.537,77, meskipun sempat dibuka melemah 0,03% atau 2,21 poin ke level 6.510,57.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  17:20 WIB
BI Pertahankan Suku Bunga, IHSG Menguat di Hari Kedua
30 tim mengikuti kompetisi jual beli saham OPPO Stocks in Your Hand di mainhall Bursa Efek Indonesia, Senin (18/2/2019)./Bisnis - Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (21/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 0,38% atau 24,98 poin di level 6.537,77, meskipun sempat dibuka melemah 0,03% atau 2,21 poin ke level 6.510,57.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.498,99 – 6.539,07. Adapun pada perdagangan Rabu (20/2), IHSG ditutup rebound dengan penguatan 0,28% atau 18,12 poin di posisi 6.512,78.

Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 205 saham menguat, 200 saham melemah, dan 222 saham stagnan.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) yang masing-masing menguat 3,17% dan 4,21% menjadi penopang utama atas penguatan IHSG pada akhir perdagangan.

Tujuh dari sembilan sektor dalam IHSG berakhir di teritori positif, dipimpin oleh sektor tambang dengan penguatan 1,50%, disusul sektor sektor industri dasar yang menguat 1,08%.

Di sisi lain, sektor aneka industri dan konsumer yang masing-masing melemah 0,94% dan 0,22% menahan penguatan IHSG lebih lanjut.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup dengan penguatan 0,64% atau 3,64 poin ke level 572,10, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,52 poin atau 0,09% ke level 567,95.

Sementara itu, Bank Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI 7DRR).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berakhir pada Kamis (21/2/2019).

Dalam rapat kebijakan tersebut, BI  mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,75%.

“ Keputusan tersebut tetap konsisten dengan upaya memperkuat stabilitas eksternal, khususnya untuk mengendalikan defisit transaksi berjalan dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik aset keuangan domestik," ujarnya, Kamis (21/2/2019)

Indeks saham lainnya di Asia bergerak menguat pada perdagangan hari ini, dengan indeks Nikkei 225 Jepang yangmenguat 0,15%, indeks Hang Seng naik 0,41%, sedangkan indeks FTSE Malay KLCI menguat 0,16%.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite melemah 0,34%, indeks FTSE Straits Time Singapura turun 0,01%, dan indeks Kospi melemah 0,05%.

Dilansir Reuters, bursa Asia menyentuh level tertinggi barunya dalam 4,5 bulan setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve mempertegas sikap untuk bersabar soal kenaikan suku bunga.

Pada saat yang sama, putaran baru perundingan perdagangan antara AS-China yang tengah berlangsung menunjukkan progres menuju kesepakatan penyelesaian perang dagang antara kedua negara.

Indeks MSCI Asia Pacific selain Jepang naik 0,4% menuju level yang terakhir kali disentuh pada awal Oktober 2018.

“Kita harus sedikit berhati-hati jika negosiasi perdagangan akan berakhir dengan keberhasilan sementara, itu bisa berarti The Fed akan memulai kembali pengetatan moneter mereka,” ujar Yoshinori Shigemi, pakar strategi pasar global di JPMorgan Asset Management, Tokyo.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BMRI

+3,17

TPIA

+4,21

PGAS

+6,02

BRPT

+4,90

BBRI

+0,51

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

UNVR

-1,00

ASII

-0,96

BNLI

-8,26

GGRM

-0,84

BNII

-4,61

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top