Pelaku Pasar Nanti Hasil RDG BI, Simak Rekomendasi Obligasi Hari Ini

MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Rabu (20/2/2019) harga SUN masih akan cenderung bergerak terbatas di tengah pelaku pasar yang masih menantikan keputusan dari Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Indonesia.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 20 Februari 2019  |  08:52 WIB
Pelaku Pasar Nanti Hasil RDG BI, Simak Rekomendasi Obligasi Hari Ini
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA — MNC Sekuritas memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Rabu (20/2/2019) harga SUN masih akan cenderung bergerak terbatas di tengah pelaku pasar yang masih menantikan keputusan dari Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Indonesia.

I Made Adi Saputra, Kepala Divisi Riset Fixed Income MNC Sekuritas, mengatakan bahwa Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang dimulai pada hari ini diperkirakan  tetap menahan suku bunga acuannya pada level 6,00%. 

Selain itu, pergerakan harga SUN juga masih dipengaruhi oleh keadaan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika. Dengan kombinasi dari beberapa faktor tersebut, Made menyarankan kepada investor untuk tetap mencermati arah pergerakan harga SUN. 

"Peluang kenaikan harga di pasar sekunder dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan strategi trading dengan pilihan masih pada SUN dengan tenor pendek dan menengah seperti seri FR0069, FR0053, FR0073, FR0058, FR0074, FR0068, FR0072, FR0077 dan FR0075," katanya dalam riset harian, Rabu (20/2/2019).

Review (Selasa, 19 Februari 2019)

Harga SUN pada perdagangan Selasa, 19 Februari 2019 kembali bergerak naik di tengah penurunan imbal hasil surat utang regional serta menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Perubahan harga SUN yang terjadi hingga sebesar 99 bps yang berdampak terhadap adanya perubahan tingkat imbal hasil rata - rata mengalami penurunan sebesar 0,8 bps. Harga SUN dengan tenor pendek mengalami rata-rata penurunan terbatas sebesar 0,2 bps yang mendorong terjadinya rata-rata kenaikan imbal hasil sebesar 0,3 bps. 

Adapun, harga SUN dengan tenor menengah mengalami kenaikan yang berkisar antara 1 bps hingga 9 bps yang berdampak terhadap penurunan imbal hasil berkisar antara 0,2 bps hingga 2 bps. Sementara itu, untuk SUN dengan tenor panjang mengalami pergerakan harga yang cenderung mengalami kenaikan hingga sebesar 99 bps sehingga mengalami rata-rata penurunan imbal hasil sebesar 0,8 bps.

Pada perdagangan kemarin, imbal hasil SUN bergerak dengan mengalami penurunan kembali didorong oleh faktor pergerakan nilai tukar rupiah yang mengalami penguatan terhadap dolar AS. 

Rupiah terapresiasi karena Bank Indonesia akan menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada hari ini, di mana para pelaku pasar masih meyakini bahwa Bank Indonesia masih akan menahan suku bunga acuannya pada level 6,00%.  Selama Bank Sentral Amerika masih bersikap dovish pada kebijakan suku bunganya, maka Bank Indonesia tidak ada alasan untuk menaikkan suku bunga acuannya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, pasar obligasi

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top