Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Berpotensi Melemah Terbatas

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyksikan harga surat utang negara atau SUN berpotensi melemah terbatas hari ini, Kamis (14/2/2019).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 14 Februari 2019  |  11:59 WIB
Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Berpotensi Melemah Terbatas
Ilustrasi - www.hennionandwalsh.com

Bisnis.com, JAKARTA--Mirae Asset Sekuritas Indonesia memproyksikan harga surat utang negara atau SUN berpotensi melemah terbatas hari ini, Kamis (14/2/2019).

Dhian Karyantono, Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa katalis negatif utama bagi pergerakan harga SUN hari ini berasal dari rilis data inflasi AS per Januari 2019 yang mencatatkan level lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar. 

Inflasi AS per awal tahun ini, tercatat sebesar 1,6% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebesar 1,5% (yoy) meski turun dibandingkan dengan level bulan sebelumnya sebesar 1,9% (yoy). 

Selain itu, meski level inflasi AS Januari 2019 merupakan level terendah dalam 19 bulan terakhir, tetapi tingkat inflasi inti AS (US core inflation) masih stabil di level 2,2% (yoy) dibandingkan Desember 2018 dan sedikit di atas konsensus pasar yang hanya memprediksi sebesar 2,1% (YoY). 

Stabilnya inflasi inti AS, secara tidak langsung menunjukkan bahwa kondisi ekonomi AS terutama dari sisi daya beli konsumen AS masih baik sekaligus mengindikasikan kemungkinan inflasi yang menjadi target The Fed yaitu inflasi inti PCE AS (US core PCE inflation) tetap berada di level mendekati 2% (YoY). 

Merespons rilis data inflasi tersebut, yield US Treasury 10 tahun naik ke kisaran 2,70% (sebelumnya di kisaran 2,69%) sementara indeks dolar AS meningkat ke kisaran 97,13 poin (sebelumnya di kisaran 96,71 poin) yang pada akhirnya berpotensi mendorong kenaikan yield Indonesia secara langsung maupun melalui transmisi depresiasi rupiah terhadap dolar AS. 

Meski demikian, psikologis pasar yang nampaknya masih kondusif (akibat dari dovish FOMC Meeting Januari 2019) ditambah masih terjaganya ekspektasi damai dagang AS dengan Tiongkok, bisa membatasi pelemahan harga SUN di pasar sekunder hari ini. 

"Didasarkan pada proyeksi melemahnya harga SUN secara terbatas pada perdagangan hari ini ditambah dengan antisipasi terhadap kemungkinan downside risk bagi harga SUN yang berasal dari rilis data neraca dagang esok hari, kami masih merekomendasikan investor untuk fokus hanya pada perdagangan SUN seri benchmark tenor pendek (FR0077) dan menengah (FR0078)," katanya dalam riset harian, Kamis (14/2/2019).

Berikut ini proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 92,80 (7,64%) - 93,15 (7,54%)
FR0077 (15 Mei 2024): 101,30 (7,81%) - 101,65 (7,73%)
FR0064 (15 Mei 2028): 87,90 (8,00%) - 88,20 (7,95%)
FR0078 (15 Mei 2029): 101,95 (7,97%) - 102,40 (7,90%)
FR0065 (15 Mei 2033): 86,20 (8,29%) - 86,95 (8,19%)
FR0068 (15 Maret 2034): 101,30 (8,22%) - 101,90 (8,15%)
FR0075 (15 Mei 2038): 92,65 (8,27%) - 93,50 (8,17%)
FR0079 (15 April 2039): 100,30 (8,34%) - 101,00 (8,27%)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi, sun

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top