Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Secara Umum Masih Melemah

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder secara umum masih melemah pada perdagangan Rabu (30/1/2019).
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 30 Januari 2019  |  09:22 WIB
Ilustrasi Surat Utang Negara. - Bisnis.com
Ilustrasi Surat Utang Negara. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder secara umum masih melemah pada perdagangan Rabu (30/1/2019).

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Indonesia Dhian Karyantono mengatakan sentimen negatif bagi pergerakan harga SUN hari ini salah satunya berasal dari perkembangan Brexit. Ada beberapa hal mengenai Brexit di Parlemen Inggris, terutama terkait amandemen perpanjangan pasal 50 (Yvette Cooper's amendment) tentang perpanjangan waktu resmi Brexit yang tidak mendapatkan dukungan dari Parlemen.

Hal tersebut mendorong naiknya risiko terhadap no deal Brexit atau hard Brexit yang juga direspons oleh melemahnya poundsterling terhadap dolar AS sekitar 0,70% ke kisaran 0,767 pounds. Inggris dijadwalkan keluar dari Uni Eropa (UE) secara resmi pada 29 Maret 2019.

Risiko lain berasal dari naiknya harga minyak mentah dunia merespons sanksi AS terhadap perusahaan minyak milik Venezuela seiring memburuknya hubungan bilateral kedua negara. Sanksi AS dikhawatirkan dapat memicu disrupsi terhadap suplai minyak mentah global seiring dengan naiknya harga minyak mentah kategori WTI sebesar 2,48% ke kisaran US$53,21 per barel merespons sanksi tersebut.

Naiknya harga minyak mentah menjadi sinyal negatif bagi pergerakan harga SUN di pasar sekunder dan juga katalis negatif bagi rupiah.

Perkembangan Brexit dan ketegangan geopolitik antara AS dengan Venezuela pada akhirnya mendorong naiknya nilai aset safe haven di mana yield US Treasury 10 tahun turun ke kisaran 2,71% dari sebelumnya 2,75%, sedangkan indeks dolar AS naik ke kisaran 95,82 poin dari sebelumnya 95,75 poin.

Selain itu, pertemuan AS-China dan rapat Dewan Gubernur The Fed (FOMC Meeting) juga mempengaruhi permintaan atas aset safe haven. Antisipasi pasar terhadap ketidakpastian hasil pertemuan AS-China mendorong minat terhadap US Treasury dan dolar AS, sedangkan antisipasi atas rilis hasil pertemuan FOMC mendorong minat investor terhadap dolar AS.

Dhian memproyeksi adanya katalis positif bagi pergerakan harga SUN di pasar sekunder esok hari. Hal tersebut didasarkan atas proyeksi bahwa hasil pertemuan AS-China nanti malam akan menghasilkan keputusan positif bagi pasar modal global dan output dari FOMC Meeting Rabu (30/1) waktu AS diperkirakan masih mengindikasikan stance kebijakan moneter The Fed yang cenderung dovish.

"Dengan demikian, kami merekomendasikan investor untuk melakukan aksi beli secara bertahap seri benchmark tenor pendek dan menengah seperti FR0077 serta FR0078 di pasar sekunder di tengah kemungkinan pergerakan harga SUN yang berpotensi untuk turun hari ini," tuturnya dalam riset harian, Rabu (30/1).

Sementara itu, jika investor tertarik untuk melakukan investasi jangka panjang, didasarkan pada proyeksi turunnya yield SUN utamanya di semester II/2019, maka seri SUN non benchmark yang masih menawarkan yield yang menarik adalah FR0059, FR0058, FR0074, FR0065, dan FR0072.

Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri SUN yang likuid hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 91,70 (7,91%) - 92.00 (7,85%)
FR0077 (15 Mei 2024): 100,40 (8,03%) - 100,80 (7,93%)
FR0064 (15 Mei 2028): 86,30 (8,26%) - 86,70 (8,20%)
FR0078 (15 Mei 2029): 100,40 (8,19%) - 100,80 (8,13%)
FR0065 (15 Mei 2033): 84,40 (8,53%) - 84,80 (8,48%)
FR0068 (15 Maret 2034): 98,50 (8,55%) - 98,85 (8,51%)
FR0075 (15 Mei 2038): 90,20 (8,54%) - 90,60 (8,50%)
FR0079 (15 April 2039): 97,80 (8,60%) - 98,50 (8,53%)

Adapun rupiah diperkirakan bergerak fluktuatif di kisaran Rp14.072-Rp14.128 dengan kecenderungan melemah.

Berikut review perdagangan pada Selasa (29/1):
-PRICE OF INDONESIA GOVERNMENT BONDS-
FR0077: -3,20 bps to 100,66 (7,97%)
FR0078: -24,40 bps to 100,85 (8,12%)
FR0068: -12,50 bps to 99,03 (8,49%)
FR0079: -39,40 bps to 98,44 (8,54%)

-YIELD OF GLOBAL BONDS-
UST 2yr: -0,017 point to 2,57%
UST 5yr: -0,019 point to 2,55%
UST 10yr: -0,013 point to 2,71%
UST 30yr: -0,026 point to 3,04%
German Bund 10yr: -0,004 point to 0,20%
*UK Gilt 10yr: +0,002 point to 1,27%

-CDS OF INDONESIA BONDS-
CDS 2yr: -0,25% to 48,69
CDS 5yr: +0,68% to 119,75
CDS10yr: -0,19% to 193,06

-CRUDE OIL PRICES -
WTI: +2,48% to $53,21 per barrel
BRENT: +2,27% to $61,32 per barrel


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

surat utang negara
Editor : Annisa Margrit

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top