Baru IPO, Nusantara Properti (NATO) Pasang Target Laba Ambisius

Pendatang baru emiten properti, PT Nusantara Properti International Tbk. (NATO) mengincar pertumbuhan laba bersih mendekati 200% pada 2019.
Novita Sari Simamora | 18 Januari 2019 20:55 WIB
Karyawan berkomunikasi di dekat monitor informasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (11/1/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - PT Nusantara Properti International Tbk. (NATO) mengincar pertumbuhan laba bersih mendekati 200% pada 2019.

Direktur Nusantara Properti International, Dessy Christian mengatakan target laba bersih pada 2019 senilai Rp5 miliar, atau naik 194% dari 2018 senilai Rp1,7 miliar. Dari sisi pendapatan, perseroan optimistis dapat mengantongi pendapatan senilai Rp30 miliar pada 2019. Sedangkan pencapaian pendapatan 2018, berada pada kisaran Rp20 miliar.

Saat ini, perseroan tengah fokus menggarap resort di Seminyak dan Rote. "Pendapatan bisa naik hingga tiga kali lipat jika proyek yang Selayar dan Rote beroperasi," ungkapnya seusai peresmian pencatatan perdagangan saham perdana CLAY (IPO) di Bursa Efek Indonesia Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Untuk memuluskan pembangunan tersebut, Nusantara Properti International melantai di pasar modal dan berhasil mengantongi dana senilai Rp206 miliar.

Dessy menambahkan, 80% dana IPO akan digunakan untuk melakukan peningkatan penyertaan modal pada entitas anak, yaitu PT Nusantara Mandala Prima (NMP) pada nilai nominal.

NMP akan menggunakan 62,5% dana tersebut untuk memberikan pinjaman kepada entitas anak PT Mitra Graha Tangguhperkasa (MGT) yang selanjutnya akan digunakan untuk pembelian lahan di Pulau Rote, pembangunan Surfer Paradise Resort, pembelian peralatan dan modal kerja.

Lalu, NMP akan mengalokasikan 37,5% dana tersebut untuk memberikan pinjaman kepada entitas anak PT Citra Multi Jaya (CMJ) yang selanjutnya akan digunakan untuk pembangunan Takabonerate Resort di lahan yang sudah dimiliki CMJ di Kepulauan Selayar, pembelian peralatan dan modal kerja.

Direktur Utama Nusantara Properti International Gede Putu Adnawa memproyeksikan, resort di Seminyak dan Rote bakal rampung pada 2021. Bila proyek baru selesai, maka pendapatan perseroan bakal meningkat drastis.

Akhir-akhir ini, emiten properti cukup akhir mencari pendanaan di pasar modal, salah satu strategi yang dilakukan yakni IPO. Gede mengaku tidak takut untuk bersaing dengan emiten-emiten baru dan emiten yang telah melantai bertahun-tahun lalu, sebab segmen yang dimiliki perseroan cukup berbeda. "Kekuatan kami ada pada layanan, inovasi dan lokasi," katanya.

Emiten bersandi saham NATO merupakan perusahaan yang fokus menjadi boutique hotel dan resort. Saat ini, NATO mengelola tiga hotel dan villa yang telah aktif beroperasi di Bali.  

NATO melakukan diversifikasi usaha. Nusantara memiliki dua entitas anak yang masing-masing memiliki lini bisnis yang berbeda. NJR mengelola tiga hotel dan resort yang telah beroperasi yaitu Hotel Luna2 Seminyak, Mangosteen Hotel & Private Villa Ubud dan The Seri Villas Seminyak.

Selain NJR, perseroan juga memiliki entitas anak lain yaitu NMP yang bergerak di bidang pengembangan hotel dan resort. NMP saat ini tengah mengembangkan yaitu Takabonerate Resort di kepulauan Selayar dan Surfer Paradise Resort di pulau Rote.  

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kinerja emiten

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup