Kekhawatiran Global Mereda, Harga Karet Menguat 0,32%

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif April 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 0,32% atau 0,5 poin ke level 156 yen per kilogram (kg).
Aprianto Cahyo Nugroho | 29 November 2018 15:00 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Harga karet ditutup melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini, Kamis (29/11/2018) menyusul redanya kekhawatiran atas pertumbuhan global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga karet untuk kontrak teraktif April 2019 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom), ditutup menguat 0,32% atau 0,5 poin ke level 156 yen per kilogram (kg).

Sebelumnya, harga karet dibuka menguat 0,26% atau 0,4 poin di posisi 155,90. Adapun pada perdagangan Rabu (28/11), karet ditutup menguat 0,71% atau 1,1 poin di posisi 1.55,5 yen per kg.

Dilansir Bloomberg, harga karet menguat setelah reli bursa saham meredakan kekhawatiran pertumbuhan global, memacu investor untuk membeli komoditas.

Makiko Tsugata, analis Mizuho Securities mengatakan bagaimanapun penguatan terbatas karena investor berhati-hati membeli secara agresif sebelum pertemuan antara Presiden Donald Trump dan Xi Jinping di Buenos Aires pada Sabtu pekan ini.

“Pasar juga terbebani oleh prospek tarif impor mobil yang diajukan Trump,” ungkap Makiko, seperti dikutip Bloomberg.

Investor khawatir bahwa permintaan karet dari produsen ban dapat jatuh jika AS memberlakukan tarif untuk mobil impor.

Makiko melanjutkan, nada dovish dari Gubernur Federal Reserve Jerome Powell meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko. Reli bursa saham menyebar dari AS ke Asia karena spekulasi The Fed dapat menunda kenaikan suku bunga tahun depan

 

Pergerakan Harga Karet Kontrak April 2019 di Tocom

Tanggal

Harga (Yen/Kg)

Perubahan

29/11/2018

156

+0,32%

28/11/2018

155,50

+0,71%

27/11/2018

154,80

-0,52%

26/11/2018

155,20

+0,32%

22/11/2018

154,70

+1,18%

Sumber: Bloomberg                         

 

Tag : komoditas, harga karet
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top