Mirae Asset Sekuritas: Harga SUN Berpotensi Melanjutkan Peningkatan

Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa secara umum, harga Surat Utang Negara (SUN) akan melanjutkan peningkatan di pasar sekunder pada perdagangan Jumat (23/11/2018).
Emanuel B. Caesario | 23 November 2018 10:51 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas memperkirakan bahwa secara umum, harga Surat Utang Negara (SUN) akan melanjutkan peningkatan di pasar sekunder pada perdagangan Jumat (23/11/2018).

Analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Dhian Karyantono mengatakan proyeksi berlanjutnya kenaikan harga SUN didorong oleh bauran sentimen positif dari domestik dan global.

Dari domestik, sentimen positif berasal dari keputusan pemerintah untuk menghentikan sisa lelang Surat Berharga Negara (SBN) pada tahun ini, yang terdiri atas 2 lelang SUN dan 2 lelang sukuk pemerintah. Hal ini berimplikasi pada berkurangnya suplai SBN khususnya SUN fixed rate seri acuan hingga tahun ini.

Adapun sentimen positif dari global berasal dari tercapainya kesepakatan awal antara Uni Eropa (UE) dengan Inggris terkait poin-poin perjanjian jelang Brexit pada Maret 2019. Hal itu membuat euro dan poundsterling menguat terhadap dolar AS, masing-masing sebesar 0,16% dan 0,77%.

Hal tersebut membuat indeks dolar AS turun ke kisaran 96,51 poin dari sebelumnya di kisaran 96,71 poin, di tengah minimnya sentimen dari AS karena penutupan bursa guna memperingati Thanksgiving.

Selain itu, harga minyak mentah dunia pada perdagangan terakhir turun 1,28% ke level $53,93 per barel untuk kategori WTI dan 1,39% ke level $62,6 per barel untuk kategori Brent, sekaligus menjaga sinyal tren penurunan yield SUN.

Berdasarkan analisis, lanjut Dhian, pergerakan harga minyak mentah dunia merupakan leading indicator bagi yield/harga SUN di mana tren penurunan harga minyak mentah dunia sejauh ini belum sepenuhnya diikuti oleh penurunan yield SUN. Ditambah, dihentikannya lelang SBN hingga akhir 2018, maka secara umum imbal hasil SUN masih berpotensi menurun dalam jangka pendek.

"Untuk beberapa seri yang tergolong likuid, kami menyarankan investor untuk merealisasikan profit beberapa seri seperti FR0064, FR0077, FR0078, FR0072, dan FR0075 (didasarkan pada kondisi current price yang sudah jauh di atas fair price) untuk kemudian melakukan pembelian beberapa seri seperti FR0063 dan FR0065," paparnya dalam riset harian, Jumat (23/11).

Dhian menambahkan rekomendasi buy juga disematkan untuk seri FR0073, FR0074, FR0067, dan FR0076 karena imbal hasilnya menarik untuk dikoleksi walaupun cenderung tidak likuid.

Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN, hari ini:

FR0063 (15 Mei 2023): 91,40 (7,94%) - 91,80 (7,83%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,40 (7,89%) - 88,80 (7,82%)
FR0065 (15 Mei 2033): 86,20 (8,28%) - 86,80 (8,20%)
FR0075 (15 Mei 2038): 91,50 (8,39%) - 92,10 (8,33%)

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan menguat di kisaran Rp14.539-Rp14.580.

Tag : surat utang negara
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top