Mirae Asset Sekuritas: Ini 3 Faktor Pendorong Kenaikan Harga SUN Hari Ini

Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder pada perdagangan Kamis (22/11/2018) akan meningkat, yang didorong oleh tiga faktor.
Emanuel B. Caesario | 22 November 2018 09:45 WIB
Ilustrasi Surat Utang Negara

Bisnis.com, JAKARTA -- Mirae Asset Sekuritas Indonesia memperkirakan harga Surat Utang Negara (SUN) di pasar sekunder pada perdagangan  Kamis (22/11/2018) akan meningkat, yang didorong oleh tiga faktor.

Pertama, tren penurunan harga minyak mentah dunia sejauh ini belum sepenuhnya diikuti oleh penurunan yield SUN, berdasarkan analisis bahwa pergerakan harga minyak mentah dunia merupakan leading indicator bagi imbal hasil/harga SUN.

Kedua, keputusan pemerintah untuk hanya menyerap Rp15 triliun  dalam lelang SUN pada Rabu (21/11/2018) membuat tingkat bid to cover ratio-nya masih atraktif, yakni sebesar 2,78 kali. Besaran itu di atas rata-rata bid to cover ratio lelang SUN dari awal 2018 yang sebesar 2,34 kali.

Nilai penyerapan tersebut memang lebih rendah dibandingkan historis lelang pemerintah yang biasanya menyerap dengan target maksimal sebesar Rp20 triliun.

Ketiga, sentimen global bagi harga SUN cenderung positif di mana permintaan barang tahan lama AS selain sektor transportasi (durable goods ex transportation) tumbuh lebih rendah yaitu sebesar 0,1% secara month-on-month (mom) dibandingkan dengan ekspektasi pasar sebesar 0,4% secara mom.

Hal tersebut memberikan ekspektasi kemungkinan perlambatan ekonomi AS. Selain itu, risiko pasar modal global mengalami penurunan yang tercermin dari turunnya CBOE Volatility Index (VIX) sebesar 7,47% ke level 20,8 poin.

"Kami masih menyarankan investor untuk melakukan pembelian secara bertahap beberapa seri yang tergolong likuid seperti FR0063, FR0064, FR0077, FR0078, FR0065, FR0072, dan FR0075," papar analis Fixed Income Mirae Asset Sekuritas Dhian Karyantono dalam riset harian, Kamis (22/11).

Sementara itu, meski tidak terlalu likuid tetapi beberapa seri lainnya masih menawarkan yield yang dinilai menarik untuk dikoleksi, di antaranya FR0074, FR0058, FR0067, dan FR0076.

Rekomendasi tersebut didasarkan pada analisis bahwa tren penurunan harga minyak mentah dunia belum sepenuhnya diikuti penurunan yield Indonesia.

Selain itu, sentimen global yang utamanya bersifat negatif diperkirakan terbatas seiring dengan liburnya bursa AS pada perdagangan Kamis (22/11) dan durasi singkat pada Jumat (23/11) guna memperingati hari Thanksgiving.

Berikut proyeksi rentang pergerakan harga dan imbal hasil seri-seri acuan SUN, hari ini [harga (yield)]:

FR0063 (15 Mei 2023): 91,30 (7,97%) - 91,70 (7,86%)
FR0064 (15 Mei 2028): 88,00 (7,95%) - 88,60 (7,85%)
FR0065 (15 Mei 2033): 86,00 (8,30%) - 86,50 (8,24%)
FR0075 (15 Mei 2038): 91,10 (8,44%) - 91,70 (8,37%)

Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan menguat di kisaran Rp14.545-Rp14.605.

Tag : surat utang negara
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top