Menilik Prospek BBRI, Ini Catatan Riset & Rekomendasi Analis

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) masih menjadi menjadi pilihan utama sejumlah sekuritas, menimbang kinerjanya yang positif dan prospek serta strategi perseroan yang cukup menjanjikan.
Emanuel B. Caesario | 28 Oktober 2018 22:11 WIB
Karyawati memperlihatkan kartu debit PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) di sela-sela peluncurannya di Jakarta, Rabu (11/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) masih menjadi menjadi pilihan utama sejumlah sekuritas, menimbang kinerjanya yang positif dan prospek serta strategi perseroan yang cukup menjanjikan.

Tim Riset DBS Vickers Sekuritas mengatakan bahwa laba bersih BBRI hingga kuartal III/2018 mencapai Rp23,55 triliun, tumbuh 14,6% yoy, sejalan dengan ekspektasi DBS Vickers.

Pertumbuhan pinjaman juga cukup kuat, mencapai 16,5% yoy, didorong oleh semua segmen selain segmen menengah yang mengalami penurunan sebesar 14,3% yoy. Saat ini, management BBRI sedang menyusun strategi untuk meningkatkan kualitas di segmen ini.

Sementara itu, net interest margin atau margin bunga bersih sedikit turun dari 7,9% per September 2017 menjadi 7,5% per September 2018 akibat persaingan yang sengit di segmen konsumer dan turunnya bunga KUR dari 9% menjadi 7%.

BBRI sudah meluncurkan BRISpot atau sistem digital yang memungkinkan BBR memproses pinjaman mikro secara lebih cepat dan efisien. Untuk segmen konsumer, BBRI telah meluncurkan MyBRI yang mengurangi waktu persetujuan dari hitungan hari menjadi hitungan jam.

Management BBRI telah memutuskan untuk menetapkan ratio pembayaran dividen sebesar 45% dalam 2-3 tahun ke depan, tetapi akan mempertahankan rasio kecukupan modal atau CAR di atas 17%-18%.

Pada 2019, pertumbuhan kredit BBRI diperkirakan akan lebih rendah dari tahun ini menjadi di kisaran 12% - 14%. BBRI ingin meningkatkan portofolio segmen mikro dari kini 34,5% menjadi 40%, dan menurunkan segmen korporasi dari 24,2% menjadi di bawah 20%.

“Kami tetap yakin BBRI tetap akan menjadi pemain utama dan terbaik di segmen kredit mikro. Kami mempertahankan rekomendasi beli saham BBRI dengan target harga Rp3.900,” ungkap tim riset DBS Vickers Sekuritas.

Andy Ferdinand, Kepala Riset Samuel Sekuritas Indonesia, juga mempertahankan rekomendasi beli atas saham BBRI dengan target harga Rp3.800.

“Secara umum kami melihat kinerja kuartal III/2018 masih relatif baik, tetapi tantangan di kuartal IV/2018 cukup besar seiring tren kenaikan suku bunga dan depresiasi rupiah. NPL perlu diantisipasi,” ungkapnya.

NPL BBRI sedikit meningkat pada kuartal III/2018 menjadi 2,46%, dibandingkan kuartal II/2018 2,33% dan kuartal III/2017 2,23%. Penurunan cukup mencolok di segmen menengah dan korporasi.

Alexander Margaronis, Analis UOB Kay Hian Sekuritas, juga mempertahankan rekomendasi beli di target harga Rp3.500. Saham BBRI terlihat oversold karena telah turun dua standar deviasi dari rata-rata historisnya dalam setahun.

“Ini dapat memicu aksi beli yang kuat ketika pasar membaik dan karena beta saham yang tinggi,” katanya.

Saham BBRI ditutup di harga Rp2.990 pada Jumat pekan lalu, sudah turun 17,86% secara year to date.

Tag : bri, bbri
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top