Divestasi Anak Usaha Sokong Kinerja Saham BPRT

Aksi divestasi pada anak usaha PT Barito Pacific Tbk mendorong kinerja saham perusahaan untuk tidak ikut terbawa penurunan harga akibat kondisi pasar global yang tengah bergejolak.
Purnama Syukri Hadi | 12 Oktober 2018 18:54 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Aksi divestasi pada anak usaha PT Barito Pacific Tbk mendorong kinerja saham perusahaan untuk tidak ikut terbawa penurunan harga akibat kondisi pasar global yang tengah bergejolak.

Pada perdagangan hari ini pergerakan harga saham Barito Pacific sempat menyentuh level Rp1.830 dan ditutup di level Rp1.800 atau stagnan bila dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya. Namun selama sepekan, harga saham tercatat tumbuh 10,77%.

Pada Kamis pekan ini, sejumlah pasar saham di sejumlah negara berada pada zona merah setelah terjadi kenaikan pada yield obligasi Amerika Serikat. Tak terkecuali Indeks Harga Saham Gabungan yang turun lebih dari 2% pada level 5.702,82. Kendati demikian, harga saham perusahaan dengan kode BRPT ini ditutup menguat 45 poin atau 2,56% menjadi Rp1.800.

PT Barito Pacific Tbk telah melepas kepemilikan saham pada PT Grand Utama Mandiri dan PT Tintin Boyok Sawit Makmur, anak usaha yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit melalui anak usahanya, PT Royal Mandiri kepada PT Green Global Lestari pada 7 September 2018. Tercatat nilai keseluruhan transaksi pelepasan anak usaha tersebut sebesar US$67,9 juta.

Pelepasan dua anak saham ini bertujuan untuk lebih memfokuskan inti usaha perusahaan yaitu pada petrokimia melalui anak usaha PT Chandra Asri Petrochemical Tbk dan usaha pembangkit listrik tenaga terbarukan melalui Star Energy. Kemudian hasil yang diperoleh dari divestasi tersebut rencananya akan digunakan perusahaan untuk membiayai pembangunan pabrik Chandra Asri Petrochemical, mengembangkan usaha bisnis Star Energy atau mengurangi utang perusahaan.

Melalui anak usaha, Star Energy, perusahaan berencana akan melakukan ekspansi dengan menambah kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak sebesar 15MW pada tahun 2021. Rencana ekspansi tersebut diharapkan bisa menjadi katalis positif bagi perusahaan ke depan.

Secara teknikal, harga saham BRPT berada di atas nilai rata-rata historis 50 hari (MA 50). Pada indikator RSI pergerakan saham masih pada posisi netral serta pada indikator MACD menunjukkan momentum yang masih negatif.

Sumber: Bloomberg

*) Purnama Syukri Hadi, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Tag : IHSG, barito pacific
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top