Harga CPO Terperosok Bareng Minyak Mentah & Minyak Kedelai

Kontrak berjangka minyak kelapa sawit di Malaysia anjlok terparah selama lebih dari sepekan, menyamai penurunan harga minyak kedelau dan minyak mentah.
Mutiara Nabila | 08 Oktober 2018 21:04 WIB
Petani memindahkan kelapa sawit hasil panen ke atas truk di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (4/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kontrak berjangka minyak kelapa sawit di Malaysia anjlok terparah selama lebih dari sepekan, menyamai penurunan harga minyak kedelau dan minyak mentah.

Harga minyak kedelai merosot untuk tiga hari beruntun pada perdagangan Senin (8/10) ke posisi US$29,14 sen per bushel di bursa Chicago Board of Trade (CBOT), melemah 0,27 poin atau 0,92% dari perdagangan hari sebelumnya dan mencatatkan penurunan harga hingga 12,06% sepanjang tahun.

Pemilik Palm Oil Analytics di Singapura Sathia Varqa mengatakan bahwa penurunan harga minyak kedelai sebagai substitusi minyak kelapa sawit, kemungkinan bisa mengguncang jumlah permintaan untuk minyak nabati.

Pada sesi yang sama, harga CPO melemah 14 poin atau 0,63% menjadi 2.207 ringgit per ton dan mengalami penurunan harga hingga 13,26% sepanjang 2018 berjalan.

Harganya sempat menyentuh 2.199 ringgit per ton di Bursa Malaysia Derivatif, penurunan intraday terbesar untuk kontrak teraktif sejak 27 September lalu yang turun 0,6% menjadi 2.207 ringgit per ton.

Sementara itu, harga CPO olahan untuk pengiriman Januari 2019 di Dalian Commodity Exchange naik 1,1% menjadi 4.748 yuan per ton. Harga minyak kedelau naik di Dalian hingga 0,7% menjadi 5.894 yuan per ton dan mencatatkan diskon dengan CPO hingga sekitar US$200 per ton, dibandingkan dengan diskon hanya US$20 per ton pada tahun lalu.

Diskon tersebut melebar sejak September 2014, memacu optimisme akan adanya dorongan pada konsumsi biodiesel.

Kemudian, harga minyak kedelai saat ini premium dengan harga CPO hingga mencapai US$115 per ton, naik dari pekan lalu dengan premium US$113 per ton dan rata-rata US$90 per ton pada sepanjang tahun lalu.

Selanjutnya, harga minyak mentah yang turun karena Arab Saudi berjanji akan menuruti permintaan AS dan menahan harga karena kemungkinan penyusutan pasokan dari Iran turut menjadi penyebab turunnya harga CPO.

Harga CPO diperkirakan akan bertahan di kisaran 2.200 ringgit per ton karena cadangan pasokan CPO di Malaysia diperkirakan tidak berubah dari jumlahnya pada September. Menurut VarqaMalaysian Palm Oil Board, hal itu disebabkan oleh permintaan ekspor yang menguat.

Tag : harga cpo
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top