China Terapkan Tarif Impor Balasan, Indeks Stoxx Berfluktuasi

Indeks Stoxx Europe 600 dituutp menguat 0,11% atau 0,42 poin ke level 378,73, setelah bergerak pada kisaran 377,05-379,53.
Aprianto Cahyo Nugroho | 19 September 2018 06:06 WIB
Indeks Stoxx 600 - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham eropa ditutup berbalik menguat pada akhir perdagangan Selasa, (18/9/2018), setelah China membalas dengan tarif baru terhadap impor AS senilai US$60 miliar.

Aksi balasan itu kurang dari 24 jam setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 10% pada tambahan US$200 miliar impor China.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,11% atau 0,42 poin ke level 378,73, setelah bergerak pada kisaran 377,05-379,53.

Setelah mengabaikan langkah AS dalam sesi perdagangan pagi, indeks Stoxx merosot menyusul kebijakan balasan dari China. Indeks pulih dengan cepat, karena tingkat tarif yang diumumkan oleh China lebih rendah dari yang diperkirakan sebelumnya.

China mengenakan tarif impor 5% hingga 10% terhadap barang-barang AS yang sebelumnya akan dikenakan tarif 10% hingga 20%.

Investor dan analis telah dibingungkan oleh pergerakan pasar awal yang mengabaikan eskalasi Washington dari tarif antara AS dan China.

Mark Haefele, kepala investasi di UBS Wealth Management, menyoroti betapa pentingnya kebijakan pembalasan China terhadap prospek pasar.

"Tindakan pembalasan yang kurang proporsional kemungkinan akan diambil secara positif oleh pasar, mengurangi risiko eskalasi tit-for-tat yang signifikan dalam konflik," tulisnya dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters.

Sementara itu, Thomas Costerg, ekonom senior AS di Pictet, mengatakan menjelang pengumuman tarif impor AS, para investor mungkin akan mengambil pandangan bahwa pemerintahan Trump telah menunjukkan beberapa pengendalian karena dapat memberlakukan tarif yang lebih tinggi.

"10% sebenarnya bisa dianggap sebagai dorongan", katanya, menambahkan bahwa angka itu akan "buruk tetapi dapat dikelola".

Tag : bursa eropa, indeks stoxx 600
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top