Panen Kakao Nigeria Terancam Banjir dan Gangguan Jamur

Panen kakao di Nigeria terancam oleh banjir dan serangan hama jamur karena curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah Afrika Barat, wilayah pertanian kakao utama di Afrika.
Mutiara Nabila | 12 September 2018 17:53 WIB
Ilustrasi. - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Panen kakao di Nigeria terancam oleh banjir dan serangan hama jamur karena curah hujan yang tinggi di sejumlah wilayah Afrika Barat, wilayah pertanian kakao utama di Afrika.

“Sudah hujan terus menerus dan tidak berhenti, setiap hari sejak akhir Juli. Banjir mulai mengancam keselamatan tanaman kakao, karna hujan terus menerus membuat buah kakao yang masih di pohon lebih cepat menghitam [busuk],” ujar Sayina Riman, Kepala Asosiasi Kakao Nigeria, dilansir dari Bloomberg, Rabu (12/9/2018).

Jamur yang menyerang buah dan pohon cokelat lebih cepat menyebar di cuaca lembap, membuat buah kakao menjadi layu dan menghitam dan pohonnya pun ikut layu. Wilayah pertanian kako di Tenggara Afrika yang mengalami kondisi terparah diperkirakan akan kehilangan lebih dari 40% panen atau sekitar 720.000 ton biji kakao.

Nigeria saat ini menempati posisi kelima di bawah Kamerun sebagai salah satu produsen kakao terbesar di dunia, dengan Organisasi Kakao Internasional (ICO) memprediksi produksi pada 2017 – 2018 mencapai 240.000 ton.

Asosiasi kakao lokal Nigeria memperkirakan produksinya akan mengalami sedikit perubahan pada musim 2018 – 2019 yang mulai pada Oktober mendatang.

Nigeria memiliki dua musim kakao, terdiri dari musim pertengahan pada April hingga Juni, dan musim utama pada Oktober hingga Maret. Lebih dari 60% kakao Nigeria diproduksi di wilayah Barat Daya, di kota Akure sebagai pusat perdagangan utama kakao.

Pada perdagangan Rabu (12/9), harga kakao di bursa Intercontinental Exchange (ICE) tercatat menurun 16 poin atau 0,70% menjadi US$2.284 per ton dari perdagangan hari sebelumnya.

Meskipun mengalami penurunan dalam tiga sesi terakhir, gangguan terkait dengan pasokan di sejumlah wilayah pertanian kakao terbesar di dunia membuat harga kakao melejit sekitar 22% selama 2018 berjalan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas, kakao

Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top