Tempuh IPO, Yelooo Integra Datanet Bidik Rp40 Miliar

Perusahaan penyedia layanan rental modem PT Yelooo Integra Datanet membidik perolehan dana segar sebesar Rp40 miliar melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Perseroan menargetkan dapat segera IPO pada awal kuartal IV tahun ini.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 26 Agustus 2018  |  19:11 WIB
Tempuh IPO, Yelooo Integra Datanet Bidik Rp40 Miliar
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan penyedia layanan rental modem PT Yelooo Integra Datanet membidik perolehan dana segar sebesar Rp40 miliar melalui penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO). Perseroan menargetkan dapat segera IPO pada awal kuartal IV tahun ini.

Chief Executive Officer Yelooo Integra Datanet Hiro Whardana menyampaikan saat ini perseroan telah berkoordinasi dengan manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai administrasi yang harus disiapkan perusahaan untuk dapat segera IPO.

"Kami sudah mini expose di BEI dan sudah mengirimkan dokumen yang dibutuhkan kepada OJK. Kami IPO dengan buku [laporan keuangan] April 2018 dengan target raupan dana sbesar Rp40 miliar. Underwriter kami hanya Sinarmas [Sekuritas],” terang Hiro pada Bisnis.com, Sabtu (25/8/2018).

Hiro menyampaikan perseroan berencana melepas sebanyak-banyaknya 34% saham dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Sayangnya, Hiro masih enggan menyebut berapa lembar saham yang akan dilepas perseroan pada publik.

Yelooo Integra Datanet merupakan perusahaan yang fokus pada bidang rental modem koneksi 4G untuk masyarakat yang hendak bepergian ke luar negeri. Produk jasa yang bernama Passpod tersebut telah memiliki ribuan droppoint di Jabodetabek.

Hiro menyampaikan dengan dana sebesar Rp40 miliar tersebut, perseroan akan mengekspansi sayap pada bidang-bidang lain, namun tetap menggarap pasar masyarakat Indonesia yang akan bepergian ke luar negeri.

Salah satu yang sedang dikembangkan perseroan adalah aplikasi yang berisikan informasi terkait tempat-tempat yang dapat dikunjungi di suatu negara, di mana konsumen dapat langsung mengakses dan membeli tiket melalui aplikasi tersebut.

“Penetrasi kartu kredit masih belum tinggi sehingga nanti konsumen dapat membeli tiket atraksi langsung melalui aplikasi tersebut,” ujar Hiro.

Selain untuk pengembangan bisnis, dana hasil IPO juga akan digunakan perseroan untuk modal kerja.

Sejauh ini, Yelooo Integra tengah berdiskusi dengan beberapa calon eksekutor saham perseroan (cornerstone investor) yang telah menyatakan minat untuk menyerap saham yang akan dilepas melalui IPO, dalam jumlah signifikan.

Menurut Hiro, salah satu calon investor strategis tersebut merupakan perusahaan yang aktif berinvestasi pada perusahaan rintisan (startup). Dia belum dapat menyebutkan perusahaan tersebut, karena belum resmi mencapai kata sepakat.

“Beberapa [calon investor strategis] ada yang berasal dari luar [negara lain], ada juga yang lokal, dan ada perusahaan lokal namun PMA [penanaman modal asing] yang menyatakan minat. Dari investor institusi sudah ada yang confirmed,” jelas Hiro.

Adapun, PT Yelooo Integra Datanet merupakan salah satu perusahaan rintisan yang diasuh oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDX Incubator. Jika berhasil IPO pada kuartal IV/2018, Passpod akan menjadi perusahaan anggota IDX Incubator pertama yang melantai di bursa saham nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top