Saham Alphabet Melonjak, Indeks S&P Sentuh Level Tertinggi Sejak Februari

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 197,65 poin atau 0,79% ke level 25,241.94, sedangkan indeks S&P 500 naik 13,42 poin atau 0,48% ke 2,820,4.
Aprianto Cahyo Nugroho | 25 Juli 2018 06:20 WIB
Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Standard & Poor’s 500 pada hari Selasa (24/7/2018) ditutup pada level tertinggi sejak 1 Februari menyusul lonjakan saham Alphabet Inc yang mendukung ekspektasi musim penghasilan yang kuat.

Saham Alphabet Inc menyentuh rekor tertinggi pada US$1.275,00 per saham setelah laba kuartalan perusahaan induk dari Google ini melampaui perkiraan Wall Street. Saham ditutup naik 3,9% pada US$1.258,15.

Alphabet menjadi dorongan terbesar untuk indeks S & P 500. Saham lainnya di kelompok FANG juga meningkat. Saham Facebook Inc dan Amazon Inc naik masing-masing 1,8% dan 1,5%. Kedua perusahaan melaporkan laba akhir pekan ini.

"Kami telah melihat beberapa hasil positif datang hari ini. Investor dapat kembali fokus pada fundamental dan melihat apa yang terjadi dari sudut pandang laba perusahaan," kata Emily Roland, kepala riset pasar modal di John Hancock Investments, seperti dikutip Reuters.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 197,65 poin atau 0,79% ke level 25,241.94, sedangkan indeks S&P 500 naik 13,42 poin atau 0,48% ke 2,820,4.

Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite turun 1,11 poin atau 0,01% ke 7.840,77. Indeks berbalik arah setelah mencapai rekor tinggi di awal sesi.

Sejauh ini pada tahun 2018, Nasdaq telah naik 13,6%, lebih dari dua kali kenaikan indeks S&P 500 yang mencapai 5,5%. Sejumlah investor mengatakan pembalikan Nasdaq mengindikasikan aksi profit taking  yang didorong oleh kekhawatiran atas masalah perdagangan.

"Ini membuat saya percaya bahwa di balik itu semua, investor khawatir terhadap situasi tarif dan implikasinya terhadap laba perusahaan di kuartal ketiga. Jika investor ingin mengambil keuntungan karena mereka tidak yakin, mereka akan mengambilnya di mana tempat dengan keuntungan terbesar," kata Jim Awad, direktur senior di Hartland & Co di New York.

Tag : bursa as
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top