Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Semen Baturaja (SMBR) Bidik Kontrak Ekspor ke Australia

PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. tengah mengincar kontrak jangka panjang untuk ekspor semen setengah jadi atau klinker ke Australia yang ditargetkan rampung pada akhir semester I/2018.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 03 Juni 2018  |  23:44 WIB
Semen Baturaja (SMBR) Bidik Kontrak Ekspor ke Australia
Direktur Utama PT Semen Baturaja Tbk Rahmad Pribadi menjawab pertanyaan wartawan , saat berkunjung ke Kantor Bisnis Indonesia, Jakarta, Jumat (19/5). - JIBI/Endang Muchtar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. tengah mengincar kontrak jangka panjang untuk ekspor semen setengah jadi atau klinker ke Australia yang ditargetkan rampung pada akhir semester I/2018.

Direktur Utama Semen Baturaja Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa permintaan klinker di Australia mencapai 500 ribu metrik ton (MT). Akan tetapi, emiten berkode saham SMBR itu masih mengutamakan pasar domestik.

Rahmad menyebut saat ini perseroan tengah melakukan negosiasi untuk kontrak jangka panjang ekspor klinker ke Australia. Ditargetkan, proses tersebut akan selesai jelang penutupan paruh pertama 2018.

“Ekspor maksimal akan sebanyak 100 ribu MT,” ujarnya kepada Bisnis.com, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan bahwa sebelumnya perseroan telah melakukan uji pengiriman atau trial cargo klinker ke Australia pada Mei 2018. Jumlah semen setengah jadi yang dipasok saat itu mencapai 30.000 metrik ton dengan nilai penjualan US$1 juta.

Dalam ekspor perdana tersebut, SMBR menggandeng dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya yakni PT Sucofindo (Persero) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II. Pengapalan dilakukan dari Pelabuhan Panjang, Lampung menuju Pelabuhan Bulwer Island, Brisbane, Australia.

Sucofindo menjadi lembaga yang ditunjuk emiten berkode saham SMBR itu sebagai surveyor yang melakukan pengambilan contoh dan analisis klinker yang akan diekspor. Sementara, Pelindo II berperan sebagai lembaga yang ditunjuk perseroan untuk jasa stevedoring dan trucking di Pelabuhan Panjang.

Seperti diketahui, pendapatan SMBR tercatat tumbuh 20,27% secara tahunan dari Rp327,77 miliar menjadi Rp394,21 miliar pada kuartal I/2018. Namun, laba bersih yang dikantongi perseroan tergerus 60% secara tahunan menjadi Rp12,66 miliar.

Andreas Kristo Saragih, analis Kresna Sekuritas menilai tingkat profitabilitas penjualan semen ekspor memang lebih rendah dibandingkan dengan penjualan domestik. Pasalnya, terdapat biaya logistik yang harus dikeluarkan perseroan.

Kendati demikian, Andreas menilai strategi ekspor yang ditempuh dapat menjadi jalan untuk memenuhi tingkat utilisasi. Artinya, hal tersebut dapat menambah serapan semen yang diproduksi perseroan.

“Daripada terbuang tidak terserap domestik maka lebih baik diekspor sehingga minimal bisa break even point,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis.com, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk PT Semen Indonesia (Persero) Tbk., Semen Baturaja, dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. pada kuartal I/2018, menjadi yang terendah pada rentang 2015-2018. Laba bersih tiga produsen semen itu tergerus lebih dari 40% secara tahunan pada 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

semen baturaja
Editor : Riendy Astria
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top