BURSA SAHAM 31 MEI: IHSG Ditutup Melemah 0,46%

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,94% atau 52,27 poin di level 6.011,05 pada perdagangan Rabu (30/5/2018). Bagaimana gerak IHSG pada perdagangan hari ini? Ikuti lajunya secara live.
Aprianto Cahyo & Renat Sofie | 31 Mei 2018 16:07 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/9). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,46% atau 27,47 poin ke level 5.983,59 pada perdagangan bursa saham akhir bulan ini, Kamis 31 Mei 2018.

Sebelumnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,94% atau 52,27 poin di level 6.011,05 pada perdagangan Rabu (30/5/2018).

William Surya Wijaya, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas menjelaskan saat ini IHSG masih terus berkonsolidasi menuju penguatan lebih lanjut.

Tim riset Mandiri Sekuritas menjelaskan setelah dalam satu minggu terakhir IHSG mengalami kenaikan yang signfikan. Saat ini IHSG berada dalam kondisi overbought, sehingga IHSG akan mengalami koreksi jangka pendek.

Demikian juga dalam jangka menengah, tren IHSG masih berada dalam kondisi down tren karena masih berada di bearish down trend channel dan belum mampu ditutup melewati resistance.

Berikut catatan pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini.

16:07 WIB

Pukul 16.00 WIB: IHSG Ditutup Melemah 0,46%

Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,46% atau 27,47 poin ke level 5.983,59.

14:44 WIB

Pukul 14.37 WIB: IHSG Melemah 64,73 Poin ke 5.946,32

Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 1,08% atau 64,73 poin ke level 5.946,32.

13:39 WIB

Pukul 13.35 WIB: Awal Sesi II, IHSG Melemah 0,85%

Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah 0,85% atau 51,07 poin ke level 5.959,99 di awal perdagangan sesi II.

12:03 WIB

Pukul 12.00 WIB: Akhir Sesi I, IHSG Melemah 0,92% ke 5.955,59

Mengakhiri sesi I perdagangan hari ini, Kamis (31/5/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,92% atau 55,46 poin ke level 5.955,59.

11:28 WIB

Pukul 11.27 WIB: Jelang Akhir Sesi I, IHSG Melemah 0,78% ke 5.964,45

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,78% atau 46,61 poin ke level 5.964,45 menjelang akhir sesi I perdagangan hari ini, Kamis (31/5/2018).

10:23 WIB

IHSG Tertekan Aksi Profit Taking

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan pagi ini, Kamis (31/5/2018) melemah dan kembali meninggalkan level 6.000.

Pada pk. 09.50 WIB, IHSG turun 19.45 poin atau 0,32% ke level 5.991,59.

“Saat ini terjadi net sell asing sebesar 30 miliar (pk. 10.10 WIB), “ kata Analis Binaartha Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta Utama kepada Bisnis.com, Kamis (31/5/2018).

Dia menilai bahwa pada sejak kemarin, Rabu (30/5/2018) hingga hari ini IHSG sudah mengalami aksi profit taking, mengingat sebelumnya IHSG telah mendapatkan sentimen positif dari penetapan kenaikan BI 7DRR.

Seperti diketahui pada perdagangan Rabu, IHSG ditutup melemah 0.94% di level 6.011.05.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 5.976,628 hingga 5.942,202. Sementara itu, resisten pertama maupun kedua memiliki range pada level 6070.655 hingga 6130.254. Berdasarkan indikator daily, MACD telah berhasil membentuk golden cross di area negatif.

Sementara itu, Stochastic sudah menunjukkan jenuh beli dan RSI terlihat sudah berada di area netral. Saat ini, terlihat pola bearish pin bar candle yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan harga saham, sehingga indeks berpotensi menuju ke area level support.

 

09:53 WIB

Pk. 09.50 WIB: IHSG Berbalik Melemah 19,45 Poin ke 5.991,59

IHSG berbalik melemah 19,45 poin atau 0,32% ke level 5.991,59, dan bergerak di kisaran 5.985,03-6.055,01

08:56 WIB

Pukul 08.55 WIB: IHSG Dibuka Naik 26,21 Poin ke 6.037,26

Membuka perdagangan hari ini, Kamis (31/5/2018), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,44% atau 26,21 poin di level 6.037,26.

08:13 WIB

Bursa Asia Menguat Pagi Ini

Bursa saham Asia rebound pada awal perdagangan Kamis (31/5/2018),

Indeks MSCI Asia Pasifik di luar bursa Jepang menguat 0,3%, setelah merosot ke level terlemah sejak awal April pada Rabu.

Indeks Kospi Korea Selatan pada pagi ini mampu menguat 0,6%, dan indeks Nikkei Jepang naik 0,5%, seperti dkutip Reuters, Kamis (31/5/2018).

Pada penutupan perdagangan Rabu, indeks Dow Jones di bursa AS naik 1,25% dan S & P 500 naik 1,27%.

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Rabu (30/5/2018), di tengah tanda-tanda meredanya gejolak politik di Italia dan didorong lonjakan harga minyak mentah.

Kekhawatiran mengenai ketidakstabilan di Italia dan kemungkinan keluarnya negara itu dari Uni Eropa membuat investor menumpuk aset safe haven pada hari Selasa. Sementara itu, obligasi pemerintah AS pada Selasa mencatat kinerja terbaik sejak Juli 2011, menurut Indeks Agregat Treasury Bloomberg Barclay.

Saham berbalik menguat setelah Partai 5-Star Movement Italia melakukan upaya baru untuk membentuk pemerintah koalisi dan menyerukan kepada Paolo Savona untuk menarik pencalonannya sebagai menteri ekonomi.

Lelang obligasi pemerintah Italia bertenor 5 tahun dan 10 tahun yang sukses juga mengurangi kekhawatiran mengenai kemampuan finansial negara itu setelah penjualan obligasi pada Selasa menghasilkan lonjakan imbal hasil satu hari terbesar dalam 26 tahun terakhir.

"Pasar keuangan telah mampu menilai dan mencerna situasi di Italia selama beberapa hari terakhir dan sekarang saatnya untuk sedikit penangguhan dari turbulensi," kata Masahiro Ichikawa, ahli strategi senior Sumitomo Mitsui Asset Management seperti dikutip Reuters, Kamis (31/5/2018).

 Jeda turbulensi tersebut tambahnya. memungkinkan pasar mengembalikan fokus mereka kembali pada fundamental, seperti laporan pekerjaan non-pertanian AS pada Jumat.

 

06:44 WIB

Bursa Eropa Menguat

Rebound bursa saham italia membantu penguatan bursa saham Eropa pada perdagangan Rabu (30/5/2018) setelah pulih dari aksi jual tajam hari sebelumnya,  dengan investor berspekulasi terhadap kemungkinan pemilihan baru di Italia pada awal Juli.

Indeks Stoxx Europe 600 ditutup menguat 0,27% atau 1,02 poin ke level 385,4, sedangkan indeks DAX Jerman menguat 0,9%. Adapun indeks FTSE MIB Italia kembali dari pelemahan hari sebelumnya dengan kenaikan 2,1%, meskipun masih melemah 2,7% sejak awal pekan ini.

Partai-partai besar Italia menyerukan pemilihan baru pada Juli karena upaya-upaya pada menit-menit terakhir untuk membentuk pemerintah menunjukkan sedikit tanda keberhasilan pada hari Rabu.

Kekhawatiran bahwa pemilihan ulang bisa menjadi referendum de facto terhadap euro telah memukul saham Eropa pekan ini, dengan bursa saham Italia menyentuh level terendah sejak Juli 2017 pada hari Selasa.

"Ini menyoroti pasar yang telah berjalan sangat baik baru-baru ini, tetapi pada saat ini saya akan mengatakan aksi jual terlihat lebih rendah dari yang pernah terjadi sebelumnya di saat krisis zona euro," ungkap Laith Khalaf , analis senior di Hargreaves Lansdown, seperti dikutip Reuters.

Perbankan Italia, yang turun 4,7% pada sesi sebelumnya, ditutup menguat 2,7% pada Rabu setelah mencatat penurunan selama lima sesi perdagangan berturut-turut.

Emiten perbankan, Intesa Sanpaolo dan Unicredit memberikan dorongan terkuat ke bursa saham Italia, sementara Mediobanca dan Finecobank memimpin indeks dengan kenaikan masing-masing 7,1% dan 6,4%.

Atif Latif, direktur perdagangan di Guardian Stockbrokers, mengatakan meski belum ada risiko penyebaran ke pasar lain, volatilitas di Italia masih tetap ada karena krisis politik masih belum terselesaikan.

"Risk off masih ada sehingga (kami) akan menggunakan ini sebagai peluang untuk membeli aset berkualitas baik yang ada dalam target kami," Latif menambahkan.

06:43 WIB

Bursa AS Menguat

Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Rabu (30/5/2018), di tengah tanda-tanda meredanya gejolak politik di Italia dan didorong lonjakan harga minyak mentah.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 306,33 poin atau 1,26% ke level 24.667,78, sedangkan indeks S&P 500 naik 34,15 poin atau 1,27% ke 2,724,01 dan Nasdaq Composite menguat 65,86 poin atau 0,89% ke 7.462,45.

Dilansir Reuters, kekhawatiran mengenai ketidakstabilan di Italia dan kemungkinan keluarnya negara itu dari Uni Eropa membuat investor menumpuk aset safe haven pada hari Selasa. Sementara itu, obligasi pemerintah AS pada Selasa mencatat kinerja terbaik sejak Juli 2011, menurut Indeks Agregat Treasury Bloomberg Barclay.

Saham berbalik menguat setelah Partai 5-Star Movement Italia melakukan upaya baru untuk membentuk pemerintah koalisi dan menyerukan kepada Paolo Savona untuk menarik pencalonannya sebagai menteri ekonomi.

Lelang obligasi pemerintah Italia bertenor 5 tahun dan 10 tahun yang sukses juga mengurangi kekhawatiran mengenai kemampuan finansial negara itu setelah penjualan obligasi pada Selasa menghasilkan lonjakan imbal hasil satu hari terbesar dalam 26 tahun terakhir.

Sementara itu, sektor energi membukukan kenaikan terbesar dari 11 sektor utama pada indeks S&P 500. Indeks sektor energi menguat 3,1% setelah harga minyak mentah AS naik 2,2%.

"Risiko Italia jauh meninggalkan euro,” kata Kate Warne, analis investasi di Edward Jones, seperti dikutip Reuters. "Ini merupakan sumber volatilitas tetapi bukan sumber perhatian untuk pasar keuangan.”

Laporan bulanan dari ADP menunjukkan lapangan kerja sektor swasta AS meningkat 178.000 pada bulan Mei. Sementara itu, Departemen Perdagangan merevisi estimasi pertumbuhan produk domestik bruto kuartal pertama, namun para ekonom memperkirakan bahwa pertumbuhan PDB pada kuartal kedua akan naik di atas 3% yoy.

Produsen perangkat lunak bisnis berbasis Cloud, Salesforce.com, naik 1,9%, sedangkan produsen komputer dan printer, HP Inc, melonjak 4,0% setelah kedua perusahaan menaikkan perkiraan laba setahun penuh mereka.

06:43 WIB

KGI SEKURITAS: Terganjal Resisten 6.100, Rekomendasi 4 Saham

Bisnis.com, JAKARTA- PT. KGI Sekuritas Indonesia memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (31/5/2018) bergerak di kisaran support 5.940-5.890-5.810-5.740-5.690-5.620-5.520, dan resisten 6.095-6.150-6.220-6.380.

“IHSG sulit untuk menembus 6.100, koreksi kembali ke 5.940-5.890,” kata Yuganur Wijanarko Senior Research PT. KGI Sekuritas Indonesia dalam risetnya.

Dia mengemukakan, kenaikan IHSG selama 5 hari dari level 5.740 akhirnya terganjal di resisten 6.100, dan aksi jual yang muncul kembali dapat mendorong koreksi setidaknya ke level 5.940-5.890.

“(Kondisi ini) dapat digunakan sebagai kesempatan akumulasi trading jangka pendek saham big cap dan lapis dua pilihan, dengan memperhitungkan cutloss point,” kata Yuganur .

PT. KGI Sekuritas Indonesia pada perdagangan hari ini merekomendasikan BUY saham  JSMR, UNVR, PWON,  BDMN, dengan rincian sevagai berikut:

Jasa Marga (JSMR)

Profit taking target: Rp.4.470-Rp4.670

Entry (1) Rp4.220, Entry (2) Rp4.120, Cut loss point Rp4.020

 

Unilever (UNVR)

Profit taking target Rp48.700-Rp49.700

Entry (1) Rp46.150, Entry (2) Rp45.650, Cut loss point Rp45.800

 

Pakuwon (PWON)

Profit taking target Rp590-Rp610

Entry (1) Rp555, Entry (2) Rp547, Cut loss point Rp537

 

Bank Danamon (BDMN)

BUY. Profit taking target Rp6.075-Rp6.175

Entry (1) Rp5.725, Entry (2) Rp5.625, cut loss point Rp5.425

 

 

 
06:41 WIB

INDOSURYA: IHSG Berusaha Geser Rentang Konsolidasi

PT Indosurya Bersinar Sekuritas memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (31/5/2018) bergerak di kisaran 5.845-6.123.

William Surya Wijaya, Vice President Research Department PT Indosurya Bersinar Sekuritas mengemukakan, mengakhiri bulan kelima di tahun 2018, kondisi pergerakan IHSG masih terlihat sedang berusaha untuk dapat menggeser rentang konsolidasi ke arah yang lebih baik dalam rentang jangka pendek.

Pergerakan IHSG ditengah gejolak nilai tukar serta masih berfluktuasinya harga komoditas. Namun kuatnya fundamental perekonomiandinilainya masih terlihat mampu menopang kenaikan IHSG hingga beberapa waktu mendatang,

“Pascarilis data perekonomian BI Rate yang terdapat perubahan sehingga turut memberikan sentimen terhadap pola gerak IHSG,” kata William seperti dikutip dari risetnya.

PT Indosurya Bersinar Sekuritas pada perdagangan hari ini merekomendasikan saham HMSP, TLKM, BBNI, BBCA, UNVR, INDF, ICBP, PWON, EXCL.

 

 

Tag : Kinerja Saham
Editor : News Editor

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top