Perusahaan Kertas Sriwahana Incar Dana Rp75 Miliar dari IPO

PT Sriwahana Adityakarta Tbk. akan melepas 22% sahamnya dalam aksi penawaran umum perdana atau initial public offering/IPO pada 8 Juni 2018. Adapun target minimal dana yang diincar dari aksi korporasi tersebut sebesar Rp75 miliar.
Yustinus Andri DP | 20 Mei 2018 13:29 WIB
Karyawan berjalan di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/4/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, SURAKARTA -- PT Sriwahana Adityakarta Tbk. akan melepas 22% sahamnya dalam aksi penawaran umum perdana atau initial public offering/IPO pada 8 Juni 2018. Adapun target minimal dana yang diincar dari aksi korporasi tersebut sebesar Rp75 miliar.

Dalam paparan publik pada Jumat (18/5), Direktur Keuangan Sriwahana Ellyana Kristyani mengatakan, jumlah maksimum saham yang akan dilepas mencapai 750 juta lembar dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham. Sementara itu, harga saham yang ditawarkan berada pada rentangr Rp120-Rp200 per saham.

“Target minimal dana dari IPO Rp75 miliar. Hasil IPO kami nanti akan jadi tambahan modal kerja untuk menjamin kepastian supply bahan baku bagi industri corrugated Perseroan,” ujar Ellyana, Jumat (18/5/2018).

Menurut Elly, Sriwahana selama ini baru menggunakan 30% dari kapasitas produksinya. Situasi tersebut terjadi lantaran, perusahaan masih sangat bergantung ketersediaan bahan baku dari supplier, sehingga kapasitas produksi tidak maksimal.

Untuk itu, perseroan asal Boyolali, Jawa Tengah ini akan berusaha memenuhi pasokan bahan baku dengan mengembangkan anak usahanya yakni PT Mulia Cipta Teknologi. Elly menyebutkan,sebagian dana dari IPO tersebut juga akan digunakan untuk mengembangkan anak usahanya tersebut.

Dalam melakukan IPO, Sriwahana menggunakan pembukuan laporan keuangan 2017. Pada tahun lalu, perusahaan mencatatkan pendapatan sebesar Rp31 miliar. Diharapkan dari IPO tersebut margin laba kotor perseroan akan melonjak 25% mulai 2018. Sementara itu CAGR pendapatan perseroan dari 2016-2017 mencapai 22%.

Dalam struktur penawaran indikatifnya, Sriwahana akan membagikan dividen maksimum 25% dari laba bersih.

Sementara itu proses book building IPO kali ini telah dilakukan pada 18-24 Mei 2018, sembari menunggu pernyataan efektif dari OJK pada 31 Mei mendatang. Untuk pengembalian dana dan distribusi saham, dijadwalkan akan dilakukan pada 24 Juni 2018.

Pada laporan keuangan tahun lalu perusahaan dengan luas pabrik mencapai 42.000 m2 ini tercatat memiliki aset sebesar Rp412 miliar dan ekuitas Rp252 miliar. Elly mengatakan, belanja modal perusahaan pada tahun ini ditargetkan mencapai Rp150 miliar, dengan fokus utama belanja mesin.

Pemilihan waktu IPO pada tahun ini, lanjut Elly, tak lepas dari keputusan perusahaan untuk melakukan stabilisasi posisi bisnis perusahaan sebelum tahun politik pada 2019. “Kita inginnya posisi perusahaan stabil dan kuat sebelum momen besar terjadi pada 2019, seperti adanya pemilihan presiden. Supaya ketika masuk tahun politik depan, kita sudah siap segalanya.”

Di sisi lain, dalam aksi korporasi kali ini, perusahaan menunjuk PT NH Korindo Sekuritas lndonesia sebagai underwriter. Presiden Direktur NHK Korindo Jeffry Wikarsa mengatakan, price earning ratio (PER) ditetapkan pada kisaran 9 kali.

“Kami merasa PER 9 kali ini sangat menarik untuk perusahaan kertas dan relatif tinggi jika melihat kondisi industri tersebut selama ini,” ujarnya.

Menurut Jeffry, saat ini pihaknya telah mengantongi investor strategis yang siap menyerap saham Sriwahana. Calon invesetor tersebut disebutnya berasal dari fund manager domestik. Namun demikian, dia belum mau memaparkan identitas dan jumlah saham yang akan diserap oleh investor tersebut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top